Fatma Jati Kirana dari MAN 5 Sleman Tembus Pasukan 8 Paskibraka DIY
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka
Wisudawan terbaik dilantik oleh Ketua STTKD, Vidyana Mandrawaty, dalam wisuda STTKD, di JEC, Sabtu (9/12/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
BANTUL—Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) mewisuda sebanyak 246 taruna-taruninya di Jogja Expo Centre (JEC), Sabtu (9/12/2023). Para lulusan ini disiapkan untuk mampu bersaing di era revolusi industri 4.0.
Ketua STTKD, Vidyana Mandrawaty, mengatakan wisuda ini menjadi momen melepas para taruna-taruni untuk terjun ke masyarakat mengamalkan ilmu dan pengetahuannya. “Ini akan menjadi awal perjalanan panjang berikutnya, yang menjadi tolak ukur nilai-nilai pribadi yang selama ini kita persiapkan untuk mengubah seorang taruna menjadi perwira untuk bangsa,” ujarnya.
Era revolusi industri 4.0 kata dia, telah menanti dan siap menyingkirkan mereka yang tidak mampu bersaing. Pemanfaatan teknologi informasi Artificial Intelligence di mana kecerdasan manusia dapat dengan mudahnya ditiru bahkan dikembangkan menjadi mesin super cerdas untuk menggantikan peranan manusia.
“Kedewasaan dan kebijaksanaan yang akan menentukan manusia mana yang akan mengendalikan teknologi, manusia mana yang dikendalikan teknologi. Ketulusan hati untuk membantu, keikhlasan untuk memberi, kesadaran penuh untuk selalu menjaga nilai-nilai seorang ksatria yang akan membawa kita pada kejayaan,” katanya.
BACA JUGA: Usulan Debat Capres dalam Bahasa Inggris, Ini Kata Pengamat
Nilai-nilai kemanusiaan yang ditanamkan di STTKD bukan hanya sekadar tata tertib ataupun simbol semata. Nilai-nilai STTKD adalah jaminan mutu untuk lulusan STTKD dalam berkarya dan bersinergi dengan perkembangan zaman.
Tenaga profesional dengan ciri-ciri Taqwa, Teknokrat, Tanggap, Tanggon dan Trengginas (5T) adalah output yang disiapkan STTKD untuk industri dan negeri. “Kampus disiplin STIKD mempersyaratkan tiga kemampuan dasar. Disiplin pada setiap peran kehidupan, komunikasi yang santun dan efektif serta jiwa kepemimpinan yang terpancar melalui ketegasan dan keadilan,” katanya.
Ia berpesan agar nilai-nilai STTKD selalu ada di hati para alumni. “Kami selalu mendoakan semua yang telah kami berikan dapat menjadi ilmu yang bermanfaat, mengantarkan pada perjalanan membanggakan bagi seluruh keluarga,” ungkapnya.
Wakil ketua Bidang Akademik STTKD, Erwhin Irmawan, menuturkan wisuda ini merupakan wisuda ke 30 STTKD, dengan jumlah 246 lulusan. “Para lulusan terbagi dalam enam prodi, yakni S1 Teknik Dirgantara, D4 Manajemen Transportasi Udara, D3 Manajemen Transportasi, D3 Aeronautika, D1 Ground Handling dan D1 Pramugari-Pramugara,” katanya.
Lulusan terbaik dalam wisuda ini diraih oleh Cipto Riswanto, S1 Teknik Dirgantara, dengan IPK 3,91, masa studi 4 tahun 2 bulan; Fafndi Yoga Triawan, D4 Manajemen Transportasi, dengan IPK 3,74, masa studi 3 tahun 1 bulan; Dwi Muhammad Hidayat, D3 Manajemen Transportasi Udara, dengan IPK 3,64 dan masa studi 3 tahun 1 bulan.
Kemudian Miftahul Jannah, D3 Aeronautika, dengan IPK 3,61 dan masa studi 3 tahun; hamidah Wahyu Permadani, D1 Ground Handling, dengan IPK 3,9 dan masa studi 1 tahun 2 bulan; Amelia Nurfadhila, D1 Pramugari-Pramugara, dengan IPK 3,9 dan masa studi 1 tahun 1 bulan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
DTSEN dinilai bermasalah karena desil warga berubah drastis. DPRD Jogja meminta bansos tetap mempertimbangkan verifikasi kondisi warga.
Pesawat Cassa TNI AU tergelincir di runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin pada Selasa, 25 Agustus 2026.
LPSK memberikan pelindungan kepada FH, saksi kasus Febrie Adriansyah, karena menilai ada potensi ancaman meski belum nyata.
Penonton Solo dan Yogyakarta menjadi salah satu saksi pertama kemegahan film Operasi Pesta Copet, yang menjalani proses syuting di tengah festival musik