Indonesia Vs Bangladesh: Jadwal, Jam Tayang, dan Streaming
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.
Virus - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus mewaspadai penularan virus Japanese Encephalitis (JE) di Bumi Sembada. Sejauh ini Dinkes melakukan upaya pengendalian vektor baik secara kimiawi maupun non kimiawi.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan, pada 2023 ada 11 suspek JE di Sleman. Dari hasil observasi dan pemeriksaan lanjutan didapatkan hasil negatif.
"Jadi belum ada penderita JE di Sleman. Kami sendiri melakukan intevensi untuk mencegah dan pengendalian JE," katanya, Senin (11/12/2023).
BACA JUGA : Seorang Anak di Kulonprogo Meninggal Akibat Virus Peradangan Otak, Empat Lainnya Suspek
Adapun upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan Dinkes Sleman adalah pengendalian vektor baik secara kimiawi maupun non kimiawi. Selain itu menjaga kebersihan lingkungan permukiman dan peternakan bebas dari habitat perkembangbiakan nyamuk penular JE.
"Lalu penguatan surveilans, dan imunisasi JE pada manusia di samping vaksinasi hewan (babi, kuda dan unggas). Dan, Imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah JE pada manusia," lanjut Cahya.
Menurut Cahya, sampai saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit JE. Penderita JE hanya dapat mengurangi gejala untuk mencegah perburukan kasus. Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting.
"Dan, JE dapat dicegah dengan pemberian imunisasi dan menghindari gigitan nyamuk yang merupakan vektor penular JE," jelasnya.
Penyakit JE bersumber dari binatang (zoonosis) dan disebar lewat hewan perantara, di antaranya nyamuk yang biasa ditemukan di sekitar rumah, persawahan, kolam atau selokan. Reservoar virus adalah sapi, kerbau, kera hingga beberapa spesies burung.
Sebagaimana diketahui, penyakit JE disebabkan virus JE. Penyakit ini biasanya ditemukan pada anak di bawah 15 tahun.
Penyakit JE mudah dicegah dengan cara menerapkan polanperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku bersih dan sehat menghindarkan orang dari penyakit.
Mereka yang terinfeksi akan mengalami sejumlah gejala, seperti gejala demam tinggi di hari-hari awal hingga kejang ketika tidak segera ditangani. Penyakit itu dinilai sangat berbahaya karena daya rusak pada otak. Penanganan terlambat bisa mengakibatkan kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026, Kamis 1 Oktober 2026. Simak jam kick-off dan siaran langsungnya.
Honda dikabarkan menyiapkan SUV Rp160 jutaan untuk India. Mesin Horse Powertrain dan produksi 2028 masih dalam tahap evaluasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.