RKPD Gunungkidul 2028: Sekolah dan Bansos Jadi Sorotan, Anggaran Harus Tepat Sasaran
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Kondisi di SDN Ngentak Nampak sepi tidak ada aktvitas pada Selasa (12/12/2023) siang. Harian Jogja - David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—SDN Ngentak di Pandukuhan Ngentak, Candirejo, Semin, Gunungkidul akan ditutup mulai awal 2024 karena kekurangan siswa Tutupnya sekolah di wilayah perbatasan itu dikarenakan warga lebih memilih menyekolahkan anaknya ke wilayah Sukoharjo, Jawa Tengah.
Dukuh Ngentak, Sandi Eko Haryanto mengatakan, alasan penutupan karena kekurangan murid dikarenakan satu sekolah hanya ada 15 murid.
Sekolah yang didirikan di 1991 ini sebenarnya untuk melayani belajar bagi anak-anak di beberapa padukuhan di Kalurahan Candirejo seperti Ngentak, Geneng, Candi hingga Dusun Karangjoho, Krajan, Sukoharjo, Jawa Tengah.
BACA JUGA: Jumlah Siswa Minim, SDN di Gunungkidul Terpaksa Ditutup
“Memang lokasinya berada di wilayah perbatasan,” kata Sandi kepada wartawan, Selasa (12/12/2022).
Meski demikian, ia tidak menampik saat ini banyak orang tua yang memilih menyekolahkan ke wilayah Sukoharjo seperti di MIM Muhammadiyah, Watukelir di Desa Jatingarang, Weru, Sukoharjo. Secara letak, sekolah yang dituju lokasinya lebih jauh ketimbang di SDN Ngentak sehingga ada proses antar jemput pada anak bersekolah.
“Memang banyak warga yang menyekolahkan ke wilayah Sukoharjo. Jadi, berdampak pada jumlah murid di SDN Ngentak hingga akhirnya mau ditutup,” katanya.
Menurut dia, pada saat sekolah di tempatnya ditutup, kemungkinan besar para siswa juga lebih memilih bersekolah ke SD di wilayah Sukoharjo seperti di Desa Krajan dan Jatingarang. Hal ini dikarenakan lokasi rujukan di SDN Candirejo 1 lokasinya lebih jauh dibandingkan sekolah di wilayah Jateng.
“Aksesnya lebih dekat dan mudah ke sekolah di wilayah Sukoharjo,” katanya.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Hary Sulaksana mengatakan, rencana regrouping SDN Ngentak paling lambat dilaksanakan pada 2 Januari 2024. Rencananya siswa di sekolah ini akan digabungkan untuk bersekolah di SDN Candirejo 1.
“SK regrouping dari Bupati sudah turun,” katanya.
Meski demikian, Hary mengakui untuk sekolah rujukan para siswa diberikan keleluasaan dikarenakan tidak harus menuju ke sekolah yang ditunjuk. “Kami serahkan orang tua, termasuk mau bersekolah di wilayah Jawa Tengah dipersilahkan karena memang lokasinya berada di perbatasan,” kata Hary.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mempertajam RKPD 2028. Efisiensi pendidikan dan evaluasi data penerima bantuan sosial menjadi perhatian agar anggaran tepat sasaran.
Sebanyak 53 korban Kapal Virgo belum ditemukan sejak tenggelam di Laut Jawa pada 13 September 2026. Perusahaan mengutamakan pencarian sebelum salvage.
Macan Tutul Jawa terekam kamera jebak di Cagar Alam Nusakambangan Barat. BKSDA memperkirakan populasinya di pulau itu sekitar 20 individu.
BGN mencatat siswa yang belajar dalam kondisi lapar turun menjadi 16% berkat MBG. Program ini menjangkau 57 juta penerima hingga September 2026.
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengunjungi keluarga korban dugaan perundungan di Pemalang dan mendorong penguatan komunikasi sekolah dengan orang tua serta pen
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp3,39 miliar untuk memasang 180 lampu jalan pada 2026. Sebanyak 125 unit ditargetkan rampung November.