Hendak Melintasi JJLS Kulonprogo? Jembatan Glagah Kini Dibuka Terbatas

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 12 Desember 2023 17:37 WIB
Hendak Melintasi JJLS Kulonprogo? Jembatan Glagah Kini Dibuka Terbatas

Pengendara roda dua melewati Jembatan Glagah pada Selasa (12/12/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono

Harianjogja.com, KULONPROGO—Perbaikan Jembatan Glagah kini memasuki tahap finishing. Jembatan yang statusnya telah menjadi Jalan Nasional tersebut akan dibuka pada Jumat (15/12/2023). Meski begitu, saat ini khusus kendaraan roda dua sudah dapat melintas.

Inspektor Lapangan Konsultan Supervisi Proyek Jembatan Glagah, Nur Sugiyanto mengatakan Jembatan Glagah telah dibuka sejak Kamis (7/12/2023) setelah selesai diaspal. Pasalnya, Kamis siang lantai jembatan masih berupa cor. “Kamis pekan lalu sudah dibuka. Jadi selesai pengaspalan, sore langsung dibuka. Dibuka khusus untuk roda dua,” kata Sugiyanto, Selasa (12/12/2023).

Sugiyanto mengatakan kendati telah dibuka terbatas tetapi jembatan tersebut masih belum sepenuhnya selesai. Saat ini, masih ada beberapa pekerja yang melakukan proses pengecatan.

Dia menambahkan jembatan bambu yang sebelumnya menjadi jalur alternatif roda dua di sisi Selatan Jembatan Glagah telah dicopoti warga di beberapa bagian. “Jembatan bambu di sisi Selatan itu ditetheli warga. Itu tanpa sepengetahuan kami. Tetapi masih ada jembatannya,” katanya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN 1.1 Provinsi DIY, Ersy Perdhana mengatakan Jembatan Glagah memang telah dibuka. Hanya saja dia masih menunggu rekomendasi dari Dishub terkait dan kepolisian mengenai pemasangan dan penambahan rambu-rambu. “Dari hasil tinjauan lapangan direkomendasikan penambahan rambu batas muatan dan rambu pemberitahuan batas muatan di persimpangan sebelum jembatan,” kata Ersy.

Menurut dia, jembatan tersebut akan dibuka pada Jumat atau tiga hari lagi. Meski demikan tidak semua kendaraan dapat melintas. Kendaraan dengan muatan di atas 8 ton akan dialihkan ke jalan lain. “Beban yang diperbolehkan lewat maksima 8 ton,” katanya.

BACA JUGA: Sambut Libur Akhir Tahun, Begini Skema Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Empat Pasar Glagah

Dia mengimbau agar kendaraan bermuatan lebih dari 8 ton untuk tidak melewati Jembatan Glagah. Pasalnya, apabila tetap nekat lewat, umur rencana struktur jembatan tidak bisa terpenuhi, atau lebih cepat rusak. “Pembatasan beban muatan kendaraan ini kami berlakukan seterusnya. Permanen,” ucapnya.

Sebelumnya, Staf Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Yogyakarta, Galant Puruhita mengatakan kendaraan dengan beban di atas 8 ton akan dialihkan. Apabila kendaraan tersebut datang dari arah timur maka akan diarahkan ke arah Simpang Sogan.

"Atau bisa juga yang dari Brosot itu lurus lewat Nagung dan tembus ke Toyan. Sementara yang dari arah Barat setelah masuk DIY itu dari Congot belok kiri masuk jalan nasional," kata Galant

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online