Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul berkomitmen untuk mencegah penyebaran berita hoaks di Masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan membentuk Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di seluruh kapanewon.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Setiyo Hartato mengatakan, inisiasi pembentukan KIM sudah dimulai sejak beberapa waktu lalu. Adapun keberadaannya akan terus diperluas hingga bisa diakses Masyarakat dengan mudah.
Menurut dia, pembentukan KIM paling teraktual dilaksanakan di Kapanewon Saptosari pada Kamis (14/12/2023). “Sudah ada yang dibentuk dan rencanya menyasar di seluruh kapanewon di Gunungkidul,” kata Setiyo kepada wartawan, Jumat (15/12/2023).
Ia mengungkapkan pembentukan KIM tidak hanya sebatas wadah. Pasalnya, juga dibarengi dengan pemberian layanan akses internet gratis di taman baca Masyarakat.
“Ada enam titik akses internet untuk public di Saptosari meliputi di Taman Saptosari; Kalurahan Ngloro dan Kanigoro,” ungkapnya.
Menurut dia, pemasangan layanan internet gratis ini merupakan kerja sama dengan Corporate Social Responsibility (CSR) milik PT PLN Icon Plus. “Adanya akses internet publik ini bisa dimanfaatkan oleh Masyarakat dengan sebaik-baiknya. Tentunya dengan layanan ini juga untuk mengurangi area blankspot di Gunungkidul,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menyambut baik pembentukan KIM. Menurut dia, kelompok ini bisa menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkreasi serta memajukan wilayah masing-masing.
“Pemuda dapat berperan aktif dalam pembangunan. Ide dan gagasan yang dimiliki jangan hanya selesai ditingkat perbincangan, tapi harus dapat diwujudkan dalam bentuk karya yang nyata,” katanya.
Sunaryanta menambahkan, keberadaan KIM tidak hanya sebagai wadah kreativitas bagi anak muda. Hal ini dikarenakan, wadah ini juga bisa menjadi sarana untuk menangkal penyebaran berita hoaks di Masyarakat.
“Berita yang tidak benar ini sangat meresahkan dan harus diberantas. Oleh karenanya, saya meminta agar KIM juga ikut berperan dalam memerangi berita hoaks yang berkemabng di Masyarakat karena kalau dibiarkan bisa memberikan dampak yang buruk,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.