Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Foto ilustrasi: Sampel darah untuk pengujian virus corona./ REUTERS-Dado Ruvic
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman mewaspadai potensi kenaikan kasus Covid-19 pada saat libur akhir tahun. Untuk pencegahan di setiap destinasi wisata diminta untuk Kembali memperkuat CHSE.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Ishadi Zahid mengatakan jelang libur akhir tahun ada tren kenaikan kasus penularan Covid-19. Hal ini harus menjadi perhatian agar kenaikan tidak terjadi di Sleman.
Menurut dia, sudah ada langkah antisipasi pencegahan. Salah satunya dengan membuat edaran selama liburan berlangsung. Salah satunya meminta pengelola destinasi wisata untuk Kembali memperkuat CHSE sebagai upaya pencegahan penularan corona.
“Tidak mungkin lagi untuk menjaga jarak karena aturan protokol kesehatan sudah dicabut. Jadi, kami minta agar CHSE di wisata diperkuat,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/12/2023).
Baca Juga:
Dinkes Sleman Siapkan Strategi untuk Menekan Covid-19
Gawat! Kasus Covid-19 di Sleman Naik tapi Vaksin Susah Didapatkan
Pandemi Covid-19 Usai, Sidang Tatap Muka Kembali Digelar di PN Sleman
Diketahui CHSE merupakan sertifikast yang dikeluarkan untuk memastikan keselamatan dan Kesehatan di lingkungan wisata, baik untuk pekerja maupun wisatawan. Ishadi mengungkapkan penguatan bisa dilakukan dengan menyediakan fasilitas tempat cuci tangan berfungsi dengan baik.
“Untuk pemakaian masker dikhususnya bagi yang sedang sakit,” katanya.
Adapun tentang masker ada pengecualian untuk area wisata di sekitaran Gunung Merapi. Ishadi mengatakan pengelola wisata seperti lava tour atau yang lain wajib menyediakan masker.
Hal ini sebagai antisipasi erupsi yang mengarah ke wilayah Sleman sehingga bisa langsung diberikan ke pengunjung. “Yang tak kalah penting harus tetap menjaga jarak aman dan sudah ada aplikasi untuk memantau erupsi Merapi sehingga bisa dimanfaatkan demi keamanan,” katanya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menambahkan pada saat libur akhir tahun kunjungan wisata akan mengalami lonjakan yang signifikan. Oleh karenanya, ia meminta kepada pelaku wisata agar ikut menjaga citra priwisata di Kabupaten Sleman agar tetap baik.
Ia pun mengimbau kepada pedagang agar tidak mematok harga sembarangan. Kustini tidak mempermasalahkan adanya kenaikan harga, namun masih dalam batas kewajaran.
“Agar tidak ada kesan nuthuk, pedagang wajib mencantumkan harga. Jadi, saat membeli sudah tahu sehingga tidak merasa ditipu karena harga yang tidak wajar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
WJNC kembali digelar pada Oktober 2026. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung sekaligus mendorong lama tinggal wisatawan.
JABFEST 2026 digelar 30 September-12 Oktober di The Ratan dengan menghadirkan Alissa Wahid, Martin Suryajaya hingga Saut Situmorang.
KPK menemukan sejumlah ATM dan rekening yang diduga digunakan untuk menampung setoran di lingkungan Kanwil BPN Jawa Timur.
Penyintas KDRT di Salatiga memilih bercerai demi anak setelah bertahun-tahun mengalami kekerasan dan kini bekerja di luar negeri.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.