Krisis Air Memburuk, Pemkab Sleman Siap Naikkan Status Kekeringan
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
(Ilustrasi jalan rusak-JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Gunungkidul akan melanjutkan pembangunan jalan di tahun 2024. Pembangunan tersebut merupakan komitmen Pemkab dalam menyediakan akses bagi masyarakat.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Wadiyana mengatakan pembangunan jalan tahun 2024 masih akan dilakukan. Anggaran yang akan dipakai berasal dari bermacam sumber pendanaan, salah satunya Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Tahun depan yang DAK rencananya akan membangun di Nangsri, Karangasem dan Patuk. Masing-masing nilainya Rp7 miliar [total Rp14 miliar],” kata Wadiyana dihubungi, Selasa (26/12/2023).
BACA JUGA : Cuti Bersama Natal Usai, Kunjungan Wisatawan ke Pantai Gunungkidul Mulai Menurun
Wadiyana menambahkan selain DAK, Pemkab Gunungkidul juga telah mengalokasikan APBD murni untuk pembangunan jalan. Hanya saja, Wadiyana belum dapat menyampaikan karena belum menerima informasi kepastian alokasi.
“Tahun ini, DAK kami ada pembangunan untuk empat ruas. DAU [Dana Alokasi Umum] ada beberapa ruas, tapi pendek-pendek saja,” katanya.
Meski mayoritas ruas jalan yang ditangani menggunakan DAU tergolong pendek, namun dia menerangkan ada satu ruas jalan yaitu Tawang - Serut yang memiliki panjang sekitar 8 kilometer.
Lebih jauh, dia mengatakan penanganan jalan hanya menyasar ruas yang rusak. Selain karena keterbatasan anggaran, perbaikan tersebut dapat menyasar banyak lokasi.
“Kalau yang arah pantai ada ke arah Pantai Jungwok sudah kami tangani. Pemeliharaan kami sudah kerjakan untuk libur natal dan tahun baru,” ucapnya.
BACA JUGA : Bupati Gunungkidul Imbau Masyarakat Tidak Berlebihan dalam Merayakan Tahun Baru
Kepala DPUPRKP Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan ruas Tawang - Serut menjadi sarana pendukung pariwisata di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran yang melalui pintu masuk di wilayah Klaten, Jawa Tengah.
Pembangunan tersebut meliputi pengaspalan jalan sepanjang 8,2 kilometer. Selain itu, ada juga pembangunan talut, marka, hingga bahu jalan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
iOS 27 hadir dengan Siri AI cerdas, fitur grammar dan proofreading, serta pencarian Spotlight real-time. Jadwal rilis akhir tahun 2026. Simak fitur lengkapnya!
MK memutuskan anggaran Program Makan Bergizi Gratis tidak boleh lagi menggunakan dana pendidikan setelah masa transisi. Pemerintah diminta menyiapkan pos anggar
Menurut Survei Profil Internet Indonesia 2025 dari APJII, penetrasi internet di DI Yogyakarta menembus 91,18 persen, tertinggi kedua nasional
Spider-Man: Brand New Day tembus 1 juta penonton di Indonesia dalam 2 hari. Rekor pembukaan terbesar 2026, menggeser The Odyssey. Simak sinopsis dan dampaknya!
PT Prodia Widyahusada Tbk (Prodia/IDX: PRDA), jaringan laboratorium klinik swasta terbesar di Indonesia, membukukan pendapatan sebesar Rp1,11 triliun