Pelanggan Starlink Kaget, Tagihan Tambahan Tembus Rp27 Juta
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul berharap pada malam pergantian tahun maupun libur Tahun Baru 2024 tidak turun hujan.
Pasalnya, jika ada hujan dengan intensitas cukup tinggi, maka dipastikan ada sebanyak 60-90 ton sampah kiriman dari Sleman dan Kota Jogja akan membanjiri sejumlah pantai di Bantul.
Hal ini tentu akan berdampak kepada kenyamanan dari para wisatawan yang berlibur di Pantai Selatan Bantul. "Sebab, muaranya kan semua di Bantul. Kami berharap agar hujan tidak terjadi nanti saat pergantian tahun dan saat libur Tahun Baru," kata Kepala Dispar Bantul Kwintarto Heru Prabowo, Rabu (27/12/2023).
Mantan Camat Sewon ini mengungkapkan sampah yang terbawa arus di awal musim hujan ini diperkirakan memiliki intensitas cukup tinggi sehingga butuh waktu cukup panjang untuk melakukan pembersihan di pantai yang terkena dampak daru luapan muara sungai.
"Setidaknya dua pekan semua bisa diselesaikan. Karena ada keterbatasan tenaga kebersihan dari kami dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak mencukupi untuk mengevakuasi sampah dalam waktu cepat. Kami berharap setelah tahun baru nanti pantai di Bantul bersih sampah,” harapnya.
Menurut Kwintarto, dibandingkan sampah yang ditimbulkan oleh lonjakan wisatawan, jawatannya mengakui lebih sulit untuk menangani sampah kiriman dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja yang berhulu di sungai di Bantul. "Untuk sampah wisatawan relatif masih bisa ditangani. Yang butuh waktu itu adalah sampah yang dikirim dari sungai,” terang Kwintarto.
BACA JUGA: Wisatawan Jogja Diharapkan Bantu Kurangi Volume Sampah di Tugu Malioboro dan Kraton
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, LB3, dan Peningkatan Kapasitas DLH Bantul Rudy Suharta mengakui jika persoalan sampah kiriman dari Kabupaten Sleman dan Kota Jogja melalui muara sungai cukup sulit untuk dikendalikan. Apalagi, per 1 Januari 2024, ada pembatasan kuota sampah yang dibuang ke TPA Piyungan.
"Kalau evakuasi kemungkinan setelah 1 Januari agak susah. Jika dulu bisa kami buang ke Piyungan. Setelah 1 Januari agak susah, sebab ada pengurangan kuota sampah dari biasa 140 ton per hari setelah 1 Januari 2023, 80 ton. Untuk solusi sampah kiriman ini kami juga belum menemukan solusi," terangnya.
Oleh karena itu, Rudy juga berharap agar malam pergantian tahun maupun libur Tahun Baru 2024 tidak turun hujan. Sebab, jika ada hujan dengan intensitas tinggi, dipastikan ada banyak sampah kiriman yang memenuhi muara sungai dan pantai di Bantul. "Kami sekarang hanya bisa mengimbau dan berharap agar komunitas peduli sampah bisa bergerak bersama masyarakat untuk memilah sampah yang ada," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Jadwal SIM Keliling Bantul Juli 2026 lengkap. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini Selasa 7 Juli 2026 lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 7 Juli 2026 di Condongcatur. Cek lokasi, waktu layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Sebanyak tujuh siswa asal Sleman resmi diterima di Sekolah Rakyat MA 20 melalui SK Gubernur DIY. Mereka sementara tinggal di SRT Kulonprogo.
akil Ketua DPRD DIY, Imam Taufik, mengajak petani milenial di Kalurahan Terbah, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, untuk berani menanam komoditas bawang