Advertisement
Ngeri! Puluhan Ular Masuk Perumahan Warga Gunungkidul

Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL— Puluhan ular baik berbisa seperti Cobra maupun tidak masuk ke area perkampungan atau rumah warga Gunungkidul. Kejadian tersebut dialami warga sepanjang tahun 2023 lalu.
Kepala Kasubag Tata Usaha, UPT Pemadam Kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul, Ngadiyono mengatakan ada sebanyak 41 ular yang menjadi sasaran evakuasi sepanjang tahun 2023. Jumlah tersebut diklaim meningkat dibandingkan tahun 2022.
Advertisement
“Kalau angka evakuasi ular tahun 2022 memang belum terecord tapi saya bisa mengatakan meningkat di tahun 2023,” kata Ngadiyono dihubungi, Rabu (3/1/2024).
BACA JUGA: Teror Kobra di Gunungkidul Meluas, Induk Ular Belum Ditemukan
Ngadiyono menambahkan evakuasi tersebut atas permintaan warga. Ular yang dievakuasi pun memiliki panjang dan ukuran yang bermacam-macam, begitupun dengan jenisnya. Dia mengaku evakuasi dilakukan apabila ular sudah mengganggu.
“Kalau sudah mengganggu kami evakuasi seperti ular itu masuk rumah dan pada ketakutan sehingga tidak berani mengevakuasi atau makan ternak. Tapi kalau lihat ular di hutan ya tidak perlu kami evakuasi,” katanya.
Dia menerangkan ular menyukai habitat yang lembab dan minim cahaya. Hal tersebut menarik perhatian ular apalagi jika didukung ketersediaan makanan ular seperti tikus atau ternak. Ngadiyono juga menyinggung praktik menebar garam untuk mengusir atau mencegah ular masuk rumah.
“Mitos itu. Ular di-sawur garam tidak takut. Beda dengan belerang yang justru bisa membuat takut ular,” ucapanya.
Lebih jauh, Ngadiyono mengatakan selain ular, UPT Pemadam Kebakaran juga menerima laporan untuk mengevakuasi sarang tawon dan kambing. Khususnya sarang tawon ini sangat perlu dievakuasi karena dapat menyerang manusia; angka evakuasinya mencapai 19 kali.
BACA JUGA: Hanya 2 Pekan, Tim Pemadam Kebakaran Gunungkidul Amankan 7 Ekor Ular dari Rumah Warga
“Tawong biasa bersarang di pohon atau atap rumah. Contohnya di Daerah Gading. Nah, tawon sering diganggu burung juga. Akhirnya mubal dan menyerang orang sampai masuk rumah sakit juga. Tiga orang,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengimbau agar masyarakat Gunungkidul waspada karena pergantian musim menyebabkan pergerakan ular.
“Perubahan musim membuat ular berpindah tempat. Ular cari tempat berlindung. Sebab itu masyarakat perlu waspada,” kata Purwono.
Purwono mengatakan ular akan mencari tempat aman dan nyaman untuk berlindung atau bersarang. Apabila masyarakat menemukan ular di rumah maka dapat menghubungi petugas damkar Gunungkidul di nomor 08112657113.
Dia juga mengaku ular yang telah dievakuasi petugas maka akan dilepaskan di habitatnya atau di tempat lain yang jauh dari permukiman warga Gunungkidul. Pasalnya, ular di Gunungkidul juga memiliki peran dalam rantai ekosistem di alam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement