Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Suasana pencarian orang hilang saat mancing di selatan Jembatan Srandakan II dengan menyisir perairan Kali Progo, Rabu (4/1/2023)./Harian Jogja-Triyo Handoko
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang pemancing asal Kapanewon Lendah bernama Azlan Rhanmadika, 23, hilang diduga terseret arus Sungai Progo, Kamis (4/1/2023) siang WIB. Ratusan orang dari unsur Tim gabungan tersebut dari berbagai unsur seperti SAR Sigap Kulonprogo, Polsek Galur, TNI, hingga sukarelawan kebencanaan bersama-sama melakukan pencarian dengan menyisir aliran Progo dengan radius sejauh 1 kilometer.
Pencarian terhadap Azlan dilakukan sejak pukul 13.00 WIB dengan radius 1 kilometer di sekitar Jembatan Srandakan II.
Penyisiran darat dan air itu belum membuahkan hasil hingga Kamis sore. "Belum ditemukan petunjuk-petunjuk lain, operasi ini juga belum secara resmi diberlakukan, tapi bentuk respons cepat tanggap kecelakaan saja," kata Koordinator SAR Sigap Kulonprogo, Yohanes Sulis pada Kamis sore.
Belum resminya operasi penyisiran disebabkan belum adanya bukti kuat bahwa Azlan tenggelam di Kali Progo. "Sampai saat ini belum ada saksi mata atau bukti kuat anak tersebut tenggelam, tapi demikian kami sudah melakukan operasi penyisiran," kata Sulis.
Reaksi cepat operasi penyisiran, jelas Sulis, itu akan dilakukan hingga 17.00 WIB. "Kalau sudah resmi biasanya lima hari dilakukannya, karena belum resmi kami belum tahun nantinya. Kami juga masih menunggu arahan dan keterangan kuat lainnya," jelasnya.
Dalam penyisiran air, sambung Sulis, SAR Sigap menggunakan dua perahu karet. "Sementara ini kami mengerahkan dua perahu karet, tidak menutup kemungkinan dilakukan penambahan armada," tuturnya.
Saat penyisiran dilakukan, lanjut Sulis, cuaca kurang mendukung dimana terpantau di lokasi kejadian mendung gelap. "Kami juga sudah mengimbau seluruh personel untuk berhati-hati, agar tidak terjadi kejadian buruk yang tak diinginkan," ujarnya.
Hilangnya Azlan ini bermula saat seorang warga yang menemukan alat pancing, motor, hingga kaus berwarna biru di sisi selatan Jembatan Srandakan II pada Kamis pagi.
Warga yang kemudian mencari pemilik motor hingga alat pancing itu karena tak kunjung menemukannya maka melaporkannya ke Polsek Galur. Mendapati laporan tersebut, personel Polsek Galur langsung mendatangi lokasi kejadian.
Saat pemeriksaan personel Polsek Galur tersebut ditemukan tas berisi kartu identitas dimana diketahui orang tersebut adalah Azlan. "Polsek Galur menemukan KTP dengan nama tersebut lalu mengidentifikasi alamatnya di Kapanewon Lendah, lalu berkoordinasi dengan Polsek Lendah," jelas Kasi Humas Polresta Kulonprogo Iptu Tritmi Noviartuti pada Kamis siang.
Novi menjelaskan personel Polsek Lendah lalu mengonfirmasi keberadaan Azlan oleh keluarganya di rumahnya. "Selanjutnya keterangan dari orang tuanya yang bersangkutan atas nama ibu Suwarni bahwa anaknya tersebut kemarin siang, Rabu [3/1/2024] sekitar pukul 13.00 WIB pamit memancing," ungkapnya.
Pihak keluarga, menurut Suwarni, sempat menghubungi Azlan pada Rabu sore. "Kemudian pada sore harinya dihubungi oleh keluarga melalui via Whatsapp tetapi tidak terhubung," terang Novi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya kedaulatan kelautan dalam cara pandang geopolitik
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 24 Mei 2026. Simak jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja di Prambanan jadi momentum edukasi dan penguatan kesiapsiagaan bencana masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo terbaru 24 Mei 2026 dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan lengkap dari pagi hingga malam.
Program MBG serap 1,28 juta tenaga kerja dan libatkan ribuan UMKM. Dampaknya terasa dari dapur hingga sektor pangan nasional.