Pemuda Mabuk Bawa Celurit di Jalan Palagan Sleman Diamankan Polisi
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Ilustrasi. /Solopos
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menggencarkan pembersihan saluran drainase menghadapi musim hujan. Tim terus bergerak untuk membersihkan drainase tersumbat di Sleman.
Kepala DPUPKP Sleman, Taufiq Wahyudi mengungkapkan pembersihan saluran telah dilakukan sejak awal musim penghujan Desember lalu. Fokus pembersihan dilakukan pada saluran-saluran air yang mengalami penyumbatan atau kotor.
"Desember pas awal musim hujan sudah kami antisipasi, kami pembersihan saluran. Drainase terutama itu yang mengalami penyumbatan sudah kami bersihkan. Jadi yang rusak kami perbaiki," kata Taufiq, Senin (22/1/2024).
Beberapa lokasi yang jadi fokus pembersihan tersebar di titik-titik langganan banjir. Misal di area Kamdanen dan Pangukan. "Jadi kalau yang kami fokuskan yang seperti masalah di Kamdanen yang sering banjir itu kan, kemudian yang di Pangukan itu kan irigasinya sudah kami bersihkan. Harapan kami tidak ada lagi [genangan]," lanjutnya.
Hingga saat ini tim kata Taufiq masih terus bergerak membersihkan saluran drainase yang tersumbat. Namun secara garis besar meskipun masih ada genangan, air akan hilang dalam kurun waktu dua jam. Tidak sampai ekstrem tergenang berjam-jam.
"Kami masih bergerak juga. Ya memang ada genangan mungkin ya, tapi kan tidak lebih dari dua jam, yang ekstrem kan enggak ada, masih bisa teratasi," imbuhnya.
BACA JUGA: BMKG Perkirakan Hujan Lebat Terjadi Merata Hampir di seluruh DIY pada 19-20 Januari 2024
Kecuali bila hujan yang turun terjadi secara terus menerus dan dengan intensitas yang tinggi, genangan air butuh waktu untuk meresap. "Itu kan hanya butuh waktu saja untuk penyerapan atau lari ke sungai," tandasnya.
Sebelumnya Kepala Stasiun Meteorologi Jogjakarta, Warjono mengimbau masyarakat perihal potensi hujan yang ditimbulkan dari Siklon Tropis Anggrek yang bisa berdampak pada berbagai bencana hidrometeorologi. Salah satu potensi bencana hidrometeorologi yang menjadi kewaspadaan ialah genangan air maupun banjir.
"Waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang yang berdampak bencana hidrometeorologi seperti longsor di pegunungan, pohon tumbang serta genangan air atau banjir. Selalu pantau info BMKG," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemuda mabuk bawa celurit di Palagan Sleman diamankan polisi. Aksi tersebut sempat meresahkan warga Ngaglik.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.