Advertisement
Waspada! Bencana akibat Badai Anggrek Masih Mengintai DIY
Ilustrasi pohon tumbang akibat angin kencang di wilayah Tempel, Sleman, beberapa waktu lalu. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—BPBD DIY mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada menyusul kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah setempat sejak beberapa hari terakhir imbas munculnya Siklon Tropis Anggrek. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprediksi masih akan terjadi di DIY hari ini.
"Ancaman potensi masih seperti imbauan BMKG dan beberapa hari ini masih akan turun hujan, kami akan selalu memantau BMKG dan minta masyarakat waspadai adanya pohon tumbang," kata Kabid Penanganan Darurat dan Damkarmat BPBD DIY, Lilik Andi Aryanto, Selasa (23/1/2024).
Advertisement
Cuaca ekstrem yang terjadi di DIY sudah banyak menelan korban jiwa mulai dari terseretnya seorang bocah di Sungai Konteng Sedayu, tiga pemotor yang luka tertimpa pohon tumbang di Wonosari serta terbaru seorang pemotor tewas kecelakaan setelah menabrak pohon tumbang di Godean.
Sementara sampai Minggu (21/1/2024) pukul 16.30 WIB, BPBD DIY mencatat ada enam titik kejadian di Sleman, enam titik di Kulonprogo dan tujuh titik di Kota Jogja. Dampaknya berupa pohon tumbang, talut ambrol, rumah dan tempat usaha rusak, tanah longsor, baliho roboh dan lain sebagainya.
Menurut Lilik, untuk korban tertimpa pohon tumbang pihaknya masih berkoordinasi dengan kabupaten terkait serta dinas sosial setempat apakah terdapat aturan yang memayungi tindak lanjut terhadap korban tertimpa pohon tumbang itu.
"Sementara untuk rumah rusak di Bantul itu intervensinya dari kabupaten, ketentuannya di masing-masing kabupaten, belum dari provinsi," jelasnya.
BACA JUGA: Imbas Badai Anggrek, 10 Padukuhan di Kulonprogo Mati Listrik Lima Hari
Belakangan aktivitas Gunung Merapi juga cukup meningkat signifikan di tengah cuaca ekstrem. Lilik menyebut pihaknya sudah membagikan bantuan masker ke BPBD Sleman untuk diberikan kepada warga jika sewaktu-waktu terjadi erupsi dan menimbulkan hujan abu di wilayah Sleman.
"Memang beberapa wilayah yang masuk zona bahaya itu diminta untuk mengikuti imbauan kemudian beberapa masker sudah didorong ke Sleman. Jadi dari kabupaten kesiapsiagaannya kemungkinan ada hujan abu ini dari Sleman sudah kita serahkan masker," pungkas Lilik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Advertisement
Advertisement







