Advertisement
Jalur Alternatif Sleman-Gunungkidul Ditutup Sementara, Ambles Usai Diresmikan 5 Hari Lalu
Ruas Jalan Tawang-Ngalang yang ambles akibat tidak kuat menahan limpasan air selama cuaca ekstrem beberapa hari belakangan, Minggu (21/1 - 2024). / Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan baru Tawang-Ngalang tepatnya di Jembatan Bobung-Kepil di Kabupaten Gunungkidul yang baru saja diresmikan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X lima hari lalu ambles akibat tidak kuat menahan beban limpasan air. Ruas jalur alternatif Sleman menuju Gunungkidul tersebut ditutup sementara selama tiga hari ke depan karena dalam proses perbaikan.
Sekretaris Dishub Gunungkidul, Bayu Susilo Aji mengatakan setelah melakukan peninjauan di lokasi bersama dengan kepolisian dan koordinasi dengan Pihak Pelaksana Pemeliharaan Jalan Ruas Ngalang Tawang, maka memutuskan menutup sementara Jalan Tawang-Ngalang. Penutupan dilakukan untuk perbaikan selama tiga hari ke depan. Arus lalu lintas pun diarahkan ke jalur lama.
Advertisement
“Pengalihan arus di simpang Bobung dan simpang Kepil. Arus dialihkan menggunakan jalur lama. Jadi kalau di Sambi-Tawang lewatnya jalur lama Nglanggeran. Bisa juga lewat Jalan Jogja-Wonosari atau lewat jalur Sambi-Nglanggeran-Tawang,” kata Bayu, Senin (22/1/2024).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri menjelaskan curah hujan tinggi yang turun selama beberapa hari belakangan menjadi penyebab amblesnya sebagian jalan tersebut.
“Bahkan bisa dikatakan cuaca ekstrem. Kebetulan lokasi tersebut [Jembangan Bobung-Kepil] berada di posisi turunan sehingga limpasan air hujan yang cukup deras dari [arah Padukuhan] Kepil semua mengarah ke lokasi tersebut,” kata Ampeyanti.
Ampeyanti menambahkan lokasi amblesnya ruas jalan tersebut merupakan daerah timbunan. Kemungkinan, kata dia, bagian timbunan dimasuki air dan menggerus struktur jalan. Akhirnya lapisan atas jalan ambles. “Tetapi karena masih masa pemeliharaan, jadi perbaikan oleh penyedia jasanya,” katanya.
Sebelumnya, Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan ruas Jalan Tawang-Ngalang memiliki panjang 9,5 kilometer dan melewati lima padukuhan dan tiga kapanewon. Pembangunannya menggunakan Dana Keistimewaan sebesar Rp269 miliar.
“Jalan Tawang-Ngalang merupakan satu kesatuan koridor Jalan Prambanan-Gading. Koridor jalan ini menghubungkan dua satuan ruang strategis [SRS] di Sleman dan Gunungkidul yaitu SRS Candi Prambanan dan Ijo serta SRS Karst Gunungsewu,” kata Beny.
Dia menjelaskan koridor Prambanan-Gading memiliki total panjang 27,58 kilometer yang terdiri dari empat ruas Jalan Provinsi yaitu ruas Jalan Prambanan-Gayamharjo sepanjang 9,08 kilometer yang pada 2023 telah dilakukan pembangunan sepanjang 1,27 kilometer.
Lalu, Gayamharjo-Tawang sepanjang 3 kilometer selesai dibangun pada 2017. Kemudian, Ngalang-Gading sepanjang 6 kilometer selesai dibangun tahun 2018. Terakhir, Tawang-Ngalang sepanjang 9,50 kilometer selesai dibangun selama 2021-2022.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Evakuasi ATR 42-500 Bulusaraung Dilanjutkan Senin via Udara dan Darat
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Bus DAMRI Bandara YIA Kembali Jalan, Ini Jadwal 18 Januari
- KAI Beri Refund 100 Persen untuk Penumpang Terdampak Banjir
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- SIM Keliling Gunungkidul Januari 2026, Cek Lokasi dan Jam Layanannya
- Bus Wisata Malioboro-Pantai Baron Kembali Beroperasi Hari Ini
Advertisement
Advertisement



