SDN Kandangan 2 Sleman Dapat Tambahan Siswa, Kini Total 2 Murid
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
Ilustrasi kehidupan seksual./Telegraph
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Gunungkidul telah menyelidik dua guru sekolah dasar berinisial guru berinisial E dan N yang melakukan tindakan mesum dan terungkap lantaran kepergok siswanya.
Kepala Dispendik Gunungkidul, Nunuk Setyowati mengatakan laporan yang pihaknya terima telah diditindaklanjuti dengan pemanggilan dua guru di salah satu SD di Tanjungsari tersebut untuk mendapat klarifikasi dan melakukan pembinaan.
Baca Juga
Putus Cinta & Sebar Video Mesum di Facebook, Mahasiswa Asal Sleman Terancam Penjara
Duh, Video Mesum PNS Kemenag Sleman Tersebar di Medsos
Viral, Model Rusia Mesum di Gunung Batur. Ini Profilnya..
Nunuk menambahkan guru berinisial E dan N tersebut telah membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.
"Yang bersangkutan mengakui dan menyesali," kata Nunuk dihubungi, Rabu (24/1/2024).
Sementara ini dua guru berstatus PPPK tersebut nonaktif dari tugas mengajar, sambil menunggu proses selanjutnya oleh Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BPKPPD) Gunungkidul.
"Mesumnya bukan terhadap siswa tapi mesumnya sesama guru. Pak E dan Bu N. Itu bukan perbuatan terpuji," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SDN Kandangan 2 Sleman akhirnya mendapat dua siswa baru pada SPMB 2026. Sekolah masih membuka pendaftaran karena kuota belum terpenuhi.
FWA 5G diprediksi menjadi mesin pertumbuhan baru internet rumah di Indonesia dengan kualitas mendekati FTTH dan menjangkau wilayah minim fiber.
Brajamusti siap mengawal kajian renovasi Stadion Mandala Krida jika anggaran uji tanah disetujui. DPRD DIY mengupayakan pergeseran anggaran MC-0.
Akademisi UPN Veteran Yogyakarta menilai paparan Prabowo dalam Sarasehan Kebangsaan memperjelas arah pembangunan, ideologi, dan kemandirian ekonomi.
Festival Ketoprak Kulonprogo diikuti 12 kapanewon sebagai upaya melestarikan budaya di tengah efisiensi anggaran melalui Dana Keistimewaan DIY.
Menteri Wihaji meminta Tim Pendamping Keluarga memperkuat penanganan stunting di Sleman saat Harganas ke-33 melalui pendampingan langsung masyarakat.