Advertisement
Sepi Penumpang, Rute dan Armada Angkutan Umum di Bantul Akan Dikurangi
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul menilai beberapa rute angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) Bantul dan angkutan pedesaan (Angkudes) mulai sepi penumpang. Oleh karena itu, rute AKDP dan Angkudes akan disesuaikan.
Kepala Seksi Angkutan dan Keselamatan Transportasi, Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul, Wahyu Tri Wicaksono mengatakan jumlah penumpang AKDP dan angkudes terbilang minim. “Rata-rata [AKDP dan angkudes] pada saat berangkat dari terminal sudah tidak lebih dari 10 penumpang,” katanya Senin (29/1/2024).
Advertisement
BACA JUGA : Bantul Akan Bangun Simpul Transportasi di Imogiri, Semua Kendaraan Bisa Masuk
Oleh karena itu jalur AKDP yang dianggap tidak efektif akan ditiadakan. Selain itu, jumlah armada AKDP juga akan dikurangi. Sebelumnya tahun 2019 ada 56 armada AKDP yang beroperasi, kemudian tahun 2024 akan dipangkas menjadi 31 armada. Menurut Wahyu pengurangan jumlah armada tersebut sejalan dengan efektifitas rute AKDP di DIY.
“Namun tidak semuanya [AKDP] keluar setiap hari. Dikarenakan sepinya penumpang,” katanya.
Dia menyampaikan saat ini AKDP beroperasi dengan rute Terminal Giwangan-Parangtritis, Terminal Giwangan-Imogiri, Terminal Giwangan-Srandakan, dan Terminal Giwangan-Samas. Saat ini menurut Wahyu rute AKDP yang akan beroperasi tahun 2024 masih dalam pemetaan. Meski begitu, menurut Wahyu rute dari Terminal Giwangan-Samas masih perlu dipertahankan.
“Diharapkan [rute AKDP] bisa menyambungkan angkutan Trans Jogja yang menghubungkan dari Malioboro-Palbapang,” ujarnya.
Adapun angkudes dalam Kabupaten Bantul akan ditinjau ulang pada awal tahun 2024. “Untuk angkutan pedesaan di Bantul [pada] Februari [2024] yang akan datang baru akan kita lakukan pengkajian kita baru akan menyusun jaringan trayek angkutan pedesaan, ini bisa melengkapi angkutan pedesaan,” katanya.
BACA JUGA : Trans Jogja Buka Tiga Jalur Baru
Menurut Wahyu, meskipun jumlah penumpang AKDP dan angkudes terbilang sedikit, namun menurut dia pengoperasian beberapa AKPD dan Angkudes tersebut dilakukan karena masih ada beberapa penumpang yang menggunakan moda transportasi tersebut. Selain itu menurut Wahyu, pengoperasiannya juga mendukung integrasi transportasi antar wilayah di dalam Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Koperasi Desa Merah Putih di DIY Belum Optimal, Ini Kendalanya
- Pelajar Bantul Dikenalkan Pertanian, Siapkan SDM Unggul
- Petugas TPR JJLS Gunungkidul Dicopot Usai Viral Tiket Tak Sesuai
- Banjir Kali Belik Jogja Terulang, Sudetan Disiapkan Mulai Tahun Ini
- Menjelang Vonis, Kasus Hibah Pariwisata Sleman Menguat
Advertisement
Advertisement








