Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Proses pembacaan seruan moral Kalijaga di Laboratorium Agama UIN Sunan Kalijaga. Senin (5/2/2024). /Harian Jogja-David Kurniawan.
Harianjogja.com, SLEMAN—Civitas Akademika Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga ikut bergerak menggelar aksi Seruan Moral Kalijaga yang berlangsung di di halaman Laboratorium Agama Masjid Sunan Kalijaga, Senin (5/2/2024). Aksi ini sebagai pengingat agar pemerintah dan elite politik tidak terlena dengan jabatan dan hal yang bersifat keduniawian.
“Aja Ketunggul Marang Kalungguhan, Kadonyan kan Kemareman [Jangan terlenda dengan jabatan dan hal-hal bersifat keduniawian,” kata koordinator aksi Seruan Moral Kalijaga, Achmad Uzair.
Menurut dia, aksi sebagai upaya menyegarkan ingatan karena adanya krisis kebangsaan. Hal ini terlihat adanya persoalan kenegaraan, ditandani dengan adanya upaya-upaya mereduksi demokrasi sebatas legal formal semata.
BACA JUGA : Muncul Gelombang Kritik Kampus di Jogja ke Jokowi, Sultan: Enggak Apa-apa, Itu Demokrasi
Keberadaan demokrasi yang seperti ini dinilai sangat membayakan karena membuat bangsa tidak berkembang. “Kami ingin menyuarakan kebenaran. Meski sebatas membunyikan klakson agar semua penumpang dan sopir sama berhati-hati agar merayakan demokrasi bisa selamat sampai tujuan dan demokrasi berjalan sesuai dengan harapan,” katanya.
Disinggung mengenai adanya kegiatan partisan dan memojokkan salah satu pasangan calon, Achmad menggagap tuduhan tersebut tak berdasar. Menurut dia, sebagai bagian dari kelompok intelektual dan ilmuwan, sudah seharusnya menyerukan kebenaran.
“Tugas kami mencari dan menegakkan kebenaran. Ilmuwan tidak boleh terlalu dekat dengan penguasa, maka kami mengingatkan. Sebab, kalau sampai terlalu dekat maka akan mengulang kegagalan Sejarah,” katanya.
Dia menjelaskan, turunnya nilai-nilai demokrasi dapat dilihat dari kondisi situasi sosial-politik Indonesia akhir-akhir ini. Jelang Pemilu 2024, terdapat banyak perilaku yang menunjukkan sikap bertentangan dengan cita-cita ideal demokrasi, nilai-nilai luhur Pancasila, dan norma agama. “Ironisnya itu dilakukan oleh aparatur negara,” katanya.
Achmad mengungkapkan, aparatur negara seharusnya bersikap netral untuk memastikan Pemilu berjalan secara jujur dan adil, justru menunjukkan kecenderungan penggunaan instrumen kekuasaan demi kepentingan politik sesaat, kawan dekat, dan kekerabatan.
“Mengamati fenomena mutakhir, justru adanya degradasi sebagai ruang transaksional yang intimidatif. Kecenderungan ini bukan saja mereduksi insitusi demokrasi sebatas legal-prosedural tanpa substansi, tetapi juga berpotensi melemahkan kepercayaan masyarakat pada negara dan membahayakan integrasi sosial,” katanya.
BACA JUGA : Ada 14 TPS Khusus di Jogja, Lokasinya di Kampus, Pesantren, dan lapas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.
Pasar Burung Singosaren Bantul menambah pasaran Paing sejak September 2026 untuk memberi ruang transaksi lebih banyak bagi pedagang dan penghobi.
Cara perpanjang SIM A dan C online lewat SINAR. Simak tahapan, dokumen, tes kesehatan, psikologi hingga pembayaran PNBP.
Menhut Raja Juli Antoni mencabut izin lima perusahaan terkait karhutla di Kalimantan. Total konsesi mencapai 92.464 hektare.
Banjir bandang melanda Arosuka, Solok, Senin malam. SAR Padang mengirim personel dan peralatan untuk penanganan awal serta evakuasi.