Advertisement

Jelang Hari Pencoblosan, Tokoh Publik Ajak Warga DIY Wujudkan Pemilu Damai

Sunartono
Selasa, 13 Februari 2024 - 08:07 WIB
Sunartono
Jelang Hari Pencoblosan, Tokoh Publik Ajak Warga DIY Wujudkan Pemilu Damai Ilustrasi pemilu / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu tokoh masyarakat di Kota Jogja, Syukri Fadholi angkat bicara merespons kondisi jelang Pemilu 2024. Ia menegaskan persatuan dan kesatuan harus tetap terjaga dan pesta demokrasi yang digelar setiap lima tahun sekali ini jangan sampai menimbulkan perpecahan.

"Mari kita menghindari narasi yang dapat memecah belah masyarakat dan bangsa Indonesia, baik menjelang, selama maupun pasca Pemilu 2024. Pesta demokrasi ini menjadi kebanggaan semua pihak, sekaligus menjadi refleksi kedewasaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara ," kata Syukri yang juga mantan Wali Kota Jogja periode 2001-2006 ini, Senon (12/2/2024).

Advertisement

BACA JUGA : Polres dan Polsek se-Bantul Doa Bersama Jelang Pemilu 2024

Ia mengatakan Pemilu 2024 ini perdebatannya adalah adu gagasan untuk kemajuan bangsa Indonesia. Oleh karena itu pesan Pemilu Damai 2024 harus terus digaungkan agar seluruh masyarakat merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga proses pemilu ini berjalan dengan aman dan lancar. Pesan itu juga sekaligus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, mencegah perpecahan dan hoaks di masyarakat.

Salah satu isu penting yang harus dihindari antara lain adanya narasi yang bernuansa politik identitas berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat, karena seringkali kabar yang beredar bersifat misinformasi, disinformasi, dan malinformasi.

"Ada tiga masalah besar yang menjadi perhatian kita selama Pemilu, yaitu hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian, ini yang menjadi potensi munculnya kerawanan sosial. Kita harus berkaca dan belajar dari pemilihan umum di negara lain yang pelaksanaannya terganggu akibat menyebarnya disinformasi," katanya.

BACA JUGA : Gandeng Forkopimda dan Parpol, Bawaslu Sleman Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Ia meminta Polri harus melakukan penindakan hukum secara tegas terhadap konten yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat. Perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa untuk menyatukan Indonesia harus dijadikan semangat untuk mewujudkan Indonesia menjadi negara maju dan mencapai Indonesia Emas 2045 melalui hasil Pemilu yang bermartabat.

"Harus ada patroli siber secara rutin yang memantau konten-konten yang mengandung ujaran kebencian di internet," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Beredar Bursa Calon Menteri Keuangan Kabinet Prabowo, Tak Ada Sri Mulyani

News
| Sabtu, 02 Maret 2024, 14:37 WIB

Advertisement

alt

Kegiatan Spiritual dan Keagamaan Jadi Daya Tarik Wisata di Candi Prambanan

Wisata
| Kamis, 29 Februari 2024, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement