Pembelian LPG 3 Kg Dipantau Ketat di Jogja, Wajib Pakai KTP
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Petugas memberikan tumpukan sampah yang menggunung di kawasan Kotabaru, Selasa (10/10/2023). (IST)
Harianjogja.com, JOGJA—TPA Piyungan akan ditutup akhir April 2024. Pemkot Jogja menyiapkan skema pengelolaan sampah mulai dari bank sampah hingga Pembangunan TPS3R yang ditargetkan dapat beroperasi pada Mei 2024.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Sugeng Darmanto, menjelaskan saat ini di Kota Jogja sudah ada lebih dari 600 bank sampah. Jumlah ini sudah menyamai jumlah RW di Kota Jogja. “Satu RW memiliki bank sampah. Basisnya RW karena yang dekat dengan masyarakat,” katanya, Senin (26/2/2024).
BACA JUGA : Olah Sampah Anorganik Jadi APE PAUD hingga Sampul Buku
Selain dari sisi jumlah, keberadaan bank sampah ini juga perlu dipastikan keaktifannya. Maka DLH Kota Jogja juga aktif memonitor bank sampah melalui forum bank sampah. “Ada di forum bank sampah pokja edukasi yang punya klinik bank sampah. Kalau ada yang rodo mblendre kita datangi, kenapa masalahnya,” katanya.
Keberadaan bank sampah ini selain mengelola sampah juga untuk meningkatkan peran masayrakat dalam memilah sampah. “Siapa saja bisa menjadi peserta, laki-laki, perempuan, anak, dewasa, lansia. Pengurangan sampah bisa dilakukan oleh siapa saja, terutama memilahnya. Itu sangat mudah dilakukan. Tinggal mau ga memilah organik dan anorganik,” ungkapnya.
Sedangkan untuk sekala besarnya, Pemkot Jogja sudah menyiapkan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Recycle, Reduce, Reuse (TPS3R) di sejumlah lokasi, yakni di Karangmiri, Nitikan 1 dan Kranon. “Plus nanti yang Piyungan kita bangun juga. Kita dapat pinjaman 2.600 meter dari DIY,” kata dia.
TPS3R tersebut menggunakan anggaran masing-masing Karangmiri Rp5,2 miliar, Nitikan 1 Rp450 juta dan Kranon Rp2,5 miliar. Sementara untuk yang di Piyungan anggaran dari Dinas PUPKP Kota Jogja. Adapun tahapannya saat ini telah mendapatkan pemenang lelang dan akan segera dibangun.
TPS3R ini ditargetkan dapat beroperasi fungsional pada Mei mendatang, mengingat Kota Jogja sudah tidak bisa mengangkut sampah ke TPA Piyungan lagi. “Pembangunan kita gunakan cara fungsional. Kalau kita hitung sampai Mei, yang bisa operasional untuk mesin apa saja. Kayak tol, ketika belum selesai yang bisa fungsional apa,” paparnya.
BACA JUGA : 2024 Menjadi Momentum Penting Pengarusutamaan Isu Pengelolaan Sampah
Dengan TPS3R ini, maka Pemkot Jogja sudah bisa mengatasi sampah lebihd ari 100 ton, dengan rincian Piyungan 40 ton, Karangmiri 20 ton, Nitikan 1 30 ton, Karanon 30 ton. “Nanti menggunakan sistem RDF seperti Tamanmartani, offtakernya sama. Yang paling memadahi itu. Masayrakat kan tidak mau di sebelahnya ada pengolahan sampah yang bau,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY perketat pengawasan LPG 3 kg usai kenaikan harga nonsubsidi, distribusi wajib pakai KTP untuk cegah salah sasaran.
Komunitas Intelijen AS menyebut China memperoleh data 220 juta pemilih Amerika. Beijing membantah pernah mencampuri pemilu AS.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.
Dokter bedah onkologi mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kasus terus meningkat dan banyak pasien datang saat stadium lanjut.
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.