Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Muryani memperlihatkan hasil olahan sampah anorganik bank sampah Wongso Gupito, Rabu (21/2/2024)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kota Jogja memiliki lebih dari 600 kelompok bank sampah. Salah satunya adalah Bank Sampah Wongso Gupito, dari Kadipaten, Kraton. Di kelompok ini, sampah anorganik diolah menjadi berbagai barang bernilai jual tinggi.
Salah satu anggota Bank Sampah Wongso Gupito, Muryani, menjelaskan bank sampah yang baru terbentuk satu tahun ini sudah menghasilkan berbagai macam produk kreasi dari sampah anorganik, seperti alat peraga edukatif (APE) untuk anak PAUD.
“Untuk APE anak PAUD ini terbuat dari bahan-bahan karton bekas, botol bekas, apa saja yang bisa dimanfaatkan untuk APE. Kemudian kami juga membuat perca [sisa kain] untuk tempat tisu, keset, hingga totebag,” ujarnya, Rabu (21/2/2024).
Kain perca yang digunakan untuk membuat produk diatas tidak langsung dijahit membentuk barang yang akan dibuat, namun dipercantik dulu dengan ecoprint. Dengan motif ecoprint, barang baru yang dihasilkan menjadi lebih menarik dan bernilai tinggi.
Baca Juga
2024 Menjadi Momentum Penting Pengarusutamaan Isu Pengelolaan Sampah
Pengelolaan Sampah untuk Tingkatkan Kesejahteraan
Sudah Ada Pemenang Lelang, Pengembangan Lokasi Pengolahan Sampah Mandiri di Jogja Dipercepat
Teknik yang sama juga diterapkan untuk pembuatan sampul buku dan amplop. Dari bahan dasar kalender bekas, dipercantik dengan ecoprint lalu dibuat sampul buku maupun amplop. “Buku ini dijual Rp30.000, kalau totebag Rp50.000,” katanya.
Output dari pengolahan ini, untuk APE digunakan untuk kegiatan PAUD di wilayah tersebut. Sedangkan untuk buku, totebag, amplop dan lainnya dijual di beberapa lokasi. “Dijual di toko PKK Kota Jogja, di Malioboro juga ada di Batik Surya, sama di jalan Ngasem itu di Galeri Langlang Jagad,” paparnya.
Bank sampah ini memiliki anggota sebanyak 43 orang dengan yang terlibat dalam kepengurusan 16 orang. “Kami menyediakan layanan bank sampah kepada para nasabah. Mereka menyetor sampah anorganik kepada kami dan mereka menabung,” ungkapnya.
Dengan sistem ini, para nasabah bank sampah dipastikan sudah memilah sampahnya dari rumah masing-masing sebelum disetorkan ke bank sampah. “Kalau untuk sampah organik pengolahannya di rumah tangga masing-masing. Kalau kompos kering alatnya sederhana, pakai galon bekas bisa,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kejagung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka kasus dugaan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menahannya selama 20 hari.
Pemkot Jogja memastikan JLFR tetap digelar di Malioboro pada 31 Juli 2026 tanpa penutupan jalan, dengan pengamanan dari Dishub dan Satlantas.
Ekspor ilegal 3,4 ton merkuri senilai Rp17,5 miliar dari Surabaya menuju Burkina Faso berhasil digagalkan Bea Cukai dan Polri.
Rangkaian turnamen regional Haier-AQUA SEA Badminton Final 2026 di Vietnam resmi berakhir dengan raihan prestasi membanggakan bagi kontingen Indonesia.
Sidang gugatan PMH terkait pengalihan kepemilikan CV Art Fashion di PN Bantul memasuki babak baru. Tergugat menyampaikan jawaban sekaligus mengajukan gugatan.