DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Aktivitas di bekas Stasiun Tempel di Kalurahan Lumbungrejo, Tempel yang saat ini dipergunakan untuk tempat penitipan anak, Rabu (28/2/2024). – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Moda transportasi kereta api pernah menghubungkan Kota Jogja dengan Magelang hingga 1970-an. Bukti ini terlihat adanya bekas Stasiun Tempel di Padukuhan Panggung, Lumbungrejo, Tempel yang kini berubah menjadi tempat penitipan anak.
Bangunan bekas stasiun masih ada hingga sekarang. Jejak ini terlihat adanya papan nama ruangan yang dikhususkan untuk pemimpin perjalanan kereta api.
Di sekitar pagar yang berdiri saat ini juga terdapat papan pengumuman tentang tanah milik PT Kereta Api Indonesia. Berjarak sekitar 50 meter dari lokasi stasiun juga masih terlihat tandon air yang dipergunakan untuk menyirami kereta pada saat akan memasuki stasiun.
Sayangnya tandon air ini sekarang hanya teronggok menjadi besi tua. Adapun bekas stasiun sudah berfungsi menjadi tempat penitipan anak.
Salah seorang warga di Kalurahan Lumbungrejo, Daryanto mengatakan, bekas Stasiun Tempel masih terlihat hingga sekarang. Meski tidak pernah tahu kapan beroperasinya kereta api jurusan Kota Jogja-Magelang, tapi ia pernah mendengar adanya lalu lalang moda transportasi ini.
“Saya kelahiran 1973 dan waktu beranjak dewasa sudah tidak melihat lagi kereta api ini beroperasi,” kata Daryanto kepada Harianjogja.com, Rabu (28/2/2024).
Berdasarkan cerita yang ia dengarkan, aktivitas kereta api berhenti karena adanya banjir lahar dingin di Kali Krasak yang berada di sisi utara stasiun. Bencana ini tidak hanya memutus jembatan kereta api di atas Kali Krasak, tapi juga mengubur perkampungan di wilayah Salam, Magelang. “Setelah jembatan kereta terputus, maka saat itu langsung berhenti,” katanya.
BACA JUGA: Waspada Sering Merasa Lelah dan Rambut Rontok, Bisa Jadi Gejala Autoimun
Senada diungkapkan oleh Siswanto, warga lain di Kalurahan Lumbungrejo, Tempel. Menurut dia, jejak bekas dari stasiun tempel masih ada hingga sekarang, walaupun sudah tidak lagi lengkap.
Sebagai gambaran jejak rel masih terlihat di barat stasiun meski panjangnya hanya beberapa meter. Adapun di sisi utara juga masih terlihat tiang bendera miliki stasiun.
Bangunan stasiun juga masih ada, tapi sudah dipergunakan untuk TK dan tempat penitipan anak. “Ada juga tandon air milik stasiun di sisi Selatan yang sekarang juga tidak berfungsi lagi,” katanya.
Menurut dia, untuk aktivitas di Stasiun Tempel masih bisa dilihat beberapa akun media sosial yang memosting perjalan kereta dari Jogja menuju Magelang. “Tahunya juga lewat medsos karena untuk beroperasinya jalur di Stasiun Tempel, saya belum lahir,” katanya.)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.