Jumlah Warga Lansia Kota Jogja 16%, Aktivitas dan Kesehatan Jadi Perhatian
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Ilustrasi panen padi - ist/ngawikab.go.id
Harianjogja.com, BANTUL–Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo memastikan ketersediaan beras di Bantul saat ini masih mencukupi. DKP Bantul memperkirakan panen raya pada musim tanam pertama tahun 2024 akan terjadi dalam waktu dekat.
“Bantul itu aman [ketersediaan beras di Bantul], sekarang saja sudah mulai panen di beberapa lokasi dan Maret sudah banyak lagi yang mulai panen. Kita nanti di akhir Maret sampai awal April panen [padi] sekitar 4 ribu hektar, per hektar produksi rata-rata 8,8 ton,” katanya, Minggu (3/3/2024).
Dia menyampaikan mayoritas petani di Bantul merupakan petani gurem. Sehingga hasil produksi pertanian biasanya akan disimpan dalam waktu lama dan hanya digunakan untuk konsumsi pribadi.
BACA JUGA : Pemda DIY Buka Perdagangan Antardaerah Atasi Kenaikan Harga Beras
“Karena 97 persen penduduk Bantul itu [petani] gurem, kepemilikan lahan di bawah 5 ribu meter dan petani itu disimpan gabahnya, kalau butuh digilingkan. Petani menyimpan gabah sampai bertahun-tahun, berbulan-bulan, karena kepemilikan lahan kecil. Lain kalau petani yang memiliki lahan besar, [gabah] dijual. Bantul kan rata-rata hanya disimpan untuk persiapan konsumsi,” ujarnya.
Kebutuhan gabah kering giling (GKG) di Bantul dengan penduduk sekitar 1 juta orang, maka diperkirakan kebutuhan GKG sekitar 100 ribu ton. Sementara menurut Joko, dengan produksi gabah tahun 2023 masih Bantul surplus 85 ribu ton GKG.
Ia mengakui akhir-akhir ini terjadi kenaikan harga beras di pasaran. Menurutnya, kenaikan harga beras tersebut berbanding lurus dengan kenaikan harga GKG. “Harga gabah biasanya 50 persen dari harga beras, kalau harga gabah naik, otomatis harga beras naik,” katanya.
BACA JUGA : Pasar Murah di Wates, Beras Premium Rp14 Ribu per Kilogram Diserbu Warga
Lantaran jumlah petani gurem di Bantul cukup tinggi, menurut Joko kenaikan harga beras tersebut hanya berdampak pada sebagian masyarakat Bantul.
“[Gabah produksi] Petani di Bantul enggak dijual, [petani] yang penting enggak nempur, yang asli petani kan enggak membeli beras, tetapi yang merasakan orang luar yang masuk ke Bantul dan tidak punya sawah. Petani Bantul enggak nempur, aman kita [ketersediaan beras],” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah lansia di Kota Jogja mencapai sekitar 16% pada Juli 2026. DPRD mendorong lansia tetap aktif, sehat, dan rutin bersosialisasi.
Tu-95 Rusia jatuh saat penerbangan latihan di Amur. Enam awak tewas, satu lainnya terluka dan penyebab kecelakaan masih diselidiki.
Aldila/Christopher menang 6-1, 6-1 atas Nepal di Asian Games 2026. Rifqi Fitriadi juga melaju ke putaran ketiga.
FIFA menuduh UEFA melakukan pelecehan terhadap Gianni Infantino dan mencoba memengaruhi pemilihan presiden FIFA lewat sengketa FFE.
Thailand lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 2-0 atas Vietnam. Indonesia masih berebut tiket final dari Grup A.
Jadwal MotoGP Jepang 2026 di Motegi berlangsung 2–4 Oktober. Jorge Martín hanya unggul 12 poin atas Marc Márquez.