Advertisement

1.700 Sekolah di Bantul Belum Tersentuh Program SPAB, Sebagian di Wilayah Rawan Bencana

Stefani Yulindriani Ria S. R
Kamis, 07 Maret 2024 - 09:57 WIB
Sunartono
1.700 Sekolah di Bantul Belum Tersentuh Program SPAB, Sebagian di Wilayah Rawan Bencana Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja - Jalu Rahman Dewantara)

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 1.753 satuan pendidikan atau sekolah di Bantul belum tersentuh program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Saat ini jumlah SPAB di Bantul masih mencapai 13,7 persen atau i angka 278 dari total 2.031 sekolah.

“Belum semua satuan pendidikan di daerah rawan bencana tersentuh program SPAB, tapi mungkin sekolah-sekolah itu sudah pernah melakukan kegiatan pelatihan atau mendapatkan sosialisasi [pelatihan kesiapsiagaan bencana] entah dari BPBD, universitas atau pihak lain,” ujar Analis Bencana Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bantul, Fatah Yudhanti, Senin (4/3/2024). 

Advertisement

BACA JUGA : 8 Sekolah di Jogja Akan Jadi Satuan Pendidikan Aman Bencana

Dia menyampaikan saat ini jumlah SPAB di Bantul ada 278, dari total ada 2.031 satuan pendidikan atau baru 13,7 persen SPAB. Dari jumlah tersebut ada 231 SPAB rintisan dan 47 SPAB penuh. Sehingga, saat ini masih ada 1.753 satuan pendidikan atau 86,3 persen satuan pendidikan yang belum SPAB. 

Dia menyampaikan tahun 2024, hanya ada dua sekolah di daerah rawan bencana tsunami yang ditetapkan menjadi SPAB, yaitu SMPN 1 Sanden dan SMPN 2 Srandakan.Dia menyampaikan keterbatasan anggaran menjadi kendala penetapan SPAB beberapa sekolah di daerah rawan bencana.

“Masih banyak sekolah lain yang belum mendapatkan program ini [SPAB]. Kami sedang proses menggenjot untuk program SPAB ini, meskipun kondisi keterbatasan anggaran,” katanya. .

Tahun 2024 anggaran untuk penetapan SPAB hanya dialokasikan Rp35 juta dari APBD Bantul. lantaran anggarannya sedang ditekan. Padahal menurutnya, anggaran ideal yang diperlukan untuk penetapan SPAB berkisar Rp50-Rp80 juta. Penetapan SPAB juga dapat dilakukan secara mandiri dengan anggaran dari sekolah. Salah satu sekolah yang mengajukan SPAB secara mandiri yaitu SMPN 3 Pleret. 

“Mekanismenya banyak, anggaran bisa dari BPBD, sekolah atau dari pihak ketiga seperti LSM atau perguruan tinggi,” katanya.

Setiap satuan pendidikan harus memenuhi 10 indikator penilaian untuk ditetapkan SPAB. Sementara bagi SPAB rintisan hanya memenuhi lima indikator tersebut. Indikator tersebut yaitu meningkatnya pengetahuan warga sekolah mengenai satuan pendidikan aman bencana, memiliki konstruksi yang memenuhi standar bangunan tahan gempa, memiliki sarpras, dan terkumpulnya informasi mengenai risiko, ancaman, dan kapasitas.

BACA JUGA : Pemda DIY Bentuk Sekretariat Bersama Mengantisipasi Risiko Bencana pada Anak

"Kemudian memiliki kebijakan sekolah aman bencana, memiliki prosedur tetap, memiliki tim siaga bencana, serta memiliki peta dan jalur evakuasi. Selain itu terpasangnya media kampanye dan telah melakukan simulasi kebencanaan secara rutin," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

Ternyata Selat Hormuz Sudah Dilintasi Ratusan Kapal

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:57 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement