Gunungkidul Siaga Kekeringan hingga Agustus, BPBD Siapkan 1.500 Tangki
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Proses pembangunan jalan alternatif Sleman ke Gunungkidul di ruas jalan Prambanan-Gayamharjo dan Gayamharjo-Gading yang terhubung dengan Exit Tol Jogja Solo di Bokoharjo, Prambanan./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul di ruas Gayamharjo ditargetkan mulai berjalan setelah Lebaran. Rumah warga terdampak pembangunan jalan itu juga sudah dibongkar.
Lurah Gayamharjo, Parwoko mengatakan warga antusias dengan pembangunan jalan baru yang menghubungkan Sleman dengan Gunungkidul. Pasalnya, ruas yang belum terhubung tinggal menyisakan di wilayah Sleman mulai dari Gayamharjo menuju Bokoharjo di Kapanewon Prambanan.
Meski demikian, hingga sekarang belum ada tanda-tanda dimulai pembangunan. Warga berharap pembangunan segera terlaksana, terlebih lagi warga terdampak juga sudah membongkar bangunan yang dimiliki. “Kemarin satu rumah yang terdampak sudah dibongkar,” kata Parwoko, Rabu (13/3/2024).
Menurut dia, untuk lokasi lahan pembangunan jalan baru tidak ada masalah. Hal ini dikarenakan seluruh ruas yang dibutuhkan telah selesai dibebaskan di 2023 lalu. “Tinggal proses pembangunannya yang belum. Informasinya akan dikerjakan secara bertahap,” katanya.
Parwoko mengakui, pembangunan jalur baru akan memberikan dampak positif bagi warga. Pasalnya dari sisi kewilayahan akan semakin ramai sehingga dapat memacu geliat perekonomian. “Kalau semakin ramai, maka jadi potensi sehingga dapat dimanfaatkan untuk berusaha,” katanya.
Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan ESDM DIY, Kwaryantini Ampeyanti Putri mengatakan pembangunan jalan alternatif Sleman-Gunungkidul tinggal menyisakan ruas Gayamharjo-Bokoharjo di Kapanewon Prambanan. Sesuai dengan kesepakatan dengan Pemerintah Pusat, pembangunan dibagi menjadi dua segmen.
Segmen A atau sisi barat yang terhubung dengan exit toll Jogja-Solo sepanjang 4,75 akan dibangun oleh Pemerintah Pusat. Adapun Segmen B sepanjang 4,33 kilometer menjadi tanggungan Pemerintah DIY.
BACA JUGA: Jalan Alternatif Sleman-Gunungkidul Sisakan 7,8 Kilometer di Wilayah Gayamharjo
Dia menjelaskan, sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar di tahun ini. Meski demikian, alokasi ini belum bisa untuk menyelesaikan seluruh ruas yang jadi tanggungan pemerintah provinsi. “Memang penyelesaian dilakukan secara bertahap yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Menurut Kwaryantini, pada tahun ini ada alokasi Dana Keistimewaan sebesar Rp20 miliar. Pagu ini untuk membangun ruas sepanjang 350 meter dan pembangunan bagian bawah jembatan yang terletak di Kalurahan Gayamharjo. “Pembangunan masih berlansung di tahun depan,” katanya.
Tahapan itu, kata dia, sudah memasuki proses lelang dan diharapkan segera selesai sehingga setelah Lebaran sudah mulai pengerjaan. “Masih lelang mencari rekanan untuk mengerjakan pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul menetapkan siaga darurat kekeringan hingga 31 Agustus 2026. Sebanyak 1.500 tangki air disiapkan untuk mengantisipasi krisis air bersih.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 19 Mei 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Gatal seluruh tubuh bisa jadi tanda gagal ginjal. Kenali penyebab, gejala, dan cara mengatasinya sejak dini.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 3 gol. Harry Kane, Mbappe, Haaland mengikuti dengan 2 gol. Simak daftar lengkapnya.
Jangan antre lagi, kini cek dan cetak Kartu Keluarga bisa dilakukan secara online. Simak panduan lengkap, cara aktivasi IKD, hingga tips cetak mandiri resmi.
Davina Karamoy diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penipuan umrah Hanania Group. Ia mengaku lebih berhati-hati menerima kerja sama promosi.