Advertisement
Sultan Jogja Heran, Sapi Mati Malah Dipotong dan Daging Dibagikan: Lha Yo pie?
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (12/2/2024). - Harian Jogja/Yosef Leon
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengku Buwono mengaku heran dengan tindakan masyarakat yang nekat memotong sapi mati kemudian dibagi-bagikan dagingnya atau dikenal dengan istilah brandu. Sultan meminta agar warga tidak lagi melakukan hal tersebut karena berpotensi memicu penyebaran antraks.
“Makanya itu saya herannya disitu. Makanya tadi saya ngasih catatan ke dinas kesehatan sama pertanian, kenapa selalu berulang begitu. Mungkin perlu literasi yang baik kepada masyarakat peternak ya, bagaimana untuk jaga ternak dan jaga dirinya dari kemungkinan antraks,” kata Sultan, Kamis (14/3/2024).
Advertisement
BACA JUGA : Antraks Muncul Lagi di Gunungkidul, Sekda Minta Warga Setop Kebiasaan Brandu
HB X berpesan kepada masyarakat khususnya peternak agar lebih mencermati kondisi hewan ternaknya. Ketika hewan ternak tampak tidak sehat tau lemas sebaiknya segera diobati. Bukan malah disembelih lalu dagingnya dibagi-bagikan. Ia meyakini para peternak memahami setiap kondisi ternaknya ketika bergejala tidak sehat.
“Ya mesti kalau ada, mosok peternak sapi enggak paham kalau sapinya nglentruk diem saja, lemes, tidak curiga kan enggak mungkin. Mestinya ya diobati, tapi jangan [yang mati] malah dipotong karena [dengan alasan] sayang [tidak mau rugi]. Lha yo pie?” ungkapnya.
Dalam kasus yang terjadi di Gayamharjo, Prambanan, Sleman dan Kayoman, Serut, Gedangsari, Gunungkidul selama Februari-Maret 2024 ini, sudah ada sejumlah sapi dan kambing yang mati bergejala antraks, 43 orang suspek antraks dan 53 orang diambil sampelnya.
Sultan memastikan kasus tersebut sudah tertangani dengan baik, sehingga belum perlu diterapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). “Saya kira belum [untuk ditetapkan [KLB], kecuali kalau memang ada dasar berkembang gitu. Kalau enggak, bisa terlokalisasi kan lebih baik,” ujarnya.
BACA JUGA : Kasus Antraks, Bupati Sleman Minta Segera Dilakukan Vaksinasi Ternak
Ia berharap dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan oleh pihak-pihak terkait dapat menyelesaikan kasus antraks ini dan tidak menyebar ke lokasi lain. “Ya semoga apa yang sudah kita tangani yang Sleman juga cepat selesai,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Bandara Hantu Sri Lanka Dilepas, Warisan Utang Kini Jadi Beban
Advertisement
Pesawat Terbakar Saat Lepas Landas, 232 Penumpang Dievakuasi
Advertisement
Berita Populer
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Talud Sungai Jogja Rapuh, Rp4 Miliar Disiapkan untuk 5 Titik Prioritas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 27 April 2026, Tarif Rp8.000
- HPN 2026 Sleman Meriah: Jalan Sehat hingga Donor Darah
- Gunungkidul Bangun 16 Jembatan Garuda Inisiasi Presiden Prabowo
Advertisement
Advertisement






