GKR Hemas: Daycare Wajib Berizin, Orang Tua Diminta Aktif Awasi
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
Tim patorli kejahatan jalanan Kota Jogja saat apel./ Harian Jogja - Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Polresta Jogja meringkus tiga remaja dibawah umur yang berkeliling menggunakan motor berboncengan tiga, Sabtu (16/3/2024) pagi. Dari ketiga anak ini polisi mendapati sebuah senjata berupa keling.
Kasi Humas Polresta Jogja, AKP Dwi Daryanto, menjelaskan awal mula penangkapan ini ketika petugas yang sedang berpatroli menemukan adanya remaja yang berboncengan tiga di Jalan Glagahsari, Umbulharjo, sekitar pukul 05.00 WIB.
“Merasa curiga dengan rombongan tersebut akhirnya diberhentikan dan dilakukan pemeriksaan di jalan Glagahsari. Setelah diperiksa lebih dalam, di bawah jok motor didapati satu buah Keling warna hitam berbahan besi,” ujarnya saat dikonfirmasi.
BACA JUGA: Polda DIY Terjunkan Para Pejabat Utamanya untuk Cegah Kejahatan Jalanan di Jogja
Ketiganya lalu dibawa ke Polsek Umbulharjo guna pemeriksaan lebih lanjut. Setibanya di Polsek Umbulharjo, kemudian pihak orang tua ketiga remaja tersebut beserta pengurus kampung setempat diminta datang untuk diberikan pembinaan.
Dari pengakuan ketiga remaja tersebut, mereka berkeliling dengan motor hanya untuk sekadar jalan-jalan saja setelah subuh. “Anak-anak tersebut mengaku hanya jalan-jalan mencari angin setelah sholat subuh,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GKR Hemas dsoroti daycare ilegal di Jogja, tekankan izin dan pengawasan usai kasus kekerasan anak.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.