Ada 17 Ruas Jalan Kawasan Wisata Rusak di Gunungkidul

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Selasa, 19 Maret 2024 15:07 WIB
Ada 17 Ruas Jalan Kawasan Wisata Rusak di Gunungkidul

Jalan rusak - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan ada 17 ruas jalan kawasan wisata rusak di Bumi Handayani. Mayoritas ruas jalan tersebut masuk dalam satuan ruang strategis (SRS) pantai selatan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Gunungkidul, Supriyanta mengatakan ada 15 ruas jalan kawasan wisata di SRS pantai selatan rusak. Dua ruas jalan sisanya berada di SRS Batur Agung dan Sokoliman.

Baca Juga

30 Persen Ruas Jalan Kawasan Wisata di Gunungkidul Butuh Perbaikan

Dispar Gunungkidul Usulkan Pemeliharaan 17 Ruas Jalan Kawasan Wisata

Dongkrak Kunjungan Jumlah Wisatawan, Dispar Gunungkidul Usulkan Perbaikan dan Pelebaran Jalan

Beberapa di antaranya yaitu ruas jalan Pulegendes - Krakal dengan panjang sekitar 5 kilometer (km) dan lebar 6 meter (m). Lalu di ruas jalan Balong - Gunung Batur dengan panjang sekitar 5 km dan lebar 6 m. Kemudian di ruas jalan Banjarejo - Drini dengan panjang sekitar 5 km dan lebar 5 m.

“Belum ada informasi resmi yang kami dapatkan [terkait usulan perbaikan ruas jalan kawasan wisata]. Tetapi kalau informasi secara lisan ruas jalan Kepek - Ngobaran di ACC dan pekerjaannya mulai 2025,” kata Supriyanta dihubungi, Selasa (19/3/2024).

Sementara itu, Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Perparkiran, Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Ely Siswanta mengatakan pihaknya telah melakukan survei lapangan terkait lampu penerangan jalan umum (LPJU).

Ely mencatat ada total 14 LPJU rusak di Kapanewon Ponjong dan Karang Mojo. Kerusakan tersebut masih ditambah dengan 10 LPJU rusak akibat angin kencang pada Kamis (14/3/ 2024).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online