Kelok 23 Dibuka, DPRD Minta Pemkab Bantul Kembangkan Destinasi Wisata di Luar Pansela
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Stasiun Meteorologi Jogja menyatakan awal musim kemarau 2024 di DIY diperkirakan terjadi pada dasarian I Mei. Awal kemarau itu kemungkinan akan terjadi di Kabupaten Sleman bagian utara, Kabupaten Kulonprogo bagian utara, Gunungkidul bagian tengah dan selatan, serta Kota Jogja.
Kemudian pada Mei dasarian III meliputi Kabupaten Kulonprogo bagian tengah dan selatan, Sleman bagian selatan, seluruh Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul bagian utara dan barat. Dari 8 zona musim (ZOM) di DIY, 8 ZOM (100%) diprediksi akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2024.
Kepala Stasiun Meteorologi Jogja Warjono mengatakan, jika dibandingkan dengan rata-ratanya, awal musim kemarau 2024 seluruh wilayah DIY diprediksi mundur dibandingkan rata-ratanya antara 1–2 dasarian dengan perincian 6 ZOM (75%) mundur 1 dasarian dan 2 ZOM (25%) mundur 2 dasarian. "Sifat hujan selama musim kemarau 2024 di DIY diprediksi seluruhnya tas Normal (AN)," katanya, Kamis (21/3/2024).
Adapun puncak musim kemarau 2024 di DIY diprediksi berlangsung antara Juli hingga Agustus 2024 dengan perincian 1 ZOM (12.5%) pada Agustus 2024 dan 7 ZOM (87.5%) pada Juli 2024. Panjang musim kemarau 2024 di DIY diprediksi antara 10 – 15 dasarian dengan perincian 10–12 dasarian meliputi 1 ZOM (12.5%) dan 13–15 dasarian meliputi 7 ZOM (87.5%). "Curah hujan pada musim kemarau 2024 di diprediksi berkisar antara 251–400 mm," jelasnya.
Sementara akhir musim kemarau 2024 di DIY diprediksi pada September dasarian 1 untuk Kabupaten Kulonprogo bagian utara, September dasarian II Kabupaten Kulonprogo bagian tengah dan selatan, Sleman bagian barat dan timur, Bantul bagian tengah dan selatan, Gunungkidul bagian utara dan barat.
"Kemudian September dasarian III Kabupaten Sleman bagian utara dan tengah, Kota Jogja, Bantul bagian utara, Gunungkidul bagian tengah dan selatan," jelasnya.
BACA JUGA: Kemarau Panjang, Bendungan Beton Ponjong Mengering
Pihaknya mengimbau pada periode peralihan musim dari hujan ke kemarau (April – Mei 2024) perlu diwaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan sedang–lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Pemda juga harus mengambil keputusan dan masyarakat luas untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul diminta tidak hanya mengandalkan kawasan Pantai Selatan (Pansela) sebagai tujuan wisata,
Pemerintah menyiapkan SPP TDLN untuk memungut PPN transaksi digital luar negeri. Sistem tersebut kini memasuki tahap akhir sebelum beroperasi.
KPK menduga sejumlah Kantah di Jatim menyetor uang ke oknum Kanwil BPN Jatim setelah penyidik menemukan uang ratusan juta rupiah.
Blue fire muncul di Kawah Gunung Papandayan. Badan Geologi turun ke lapangan dan mengimbau warga tak beraktivitas dalam radius 500 meter.
Warga Sentolo, Kulonprogo, meninggal setelah masuk gorong-gorong untuk membersihkan sampah yang diduga menyumbat aliran air.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.