Pilur Bantul 2026, Calon Lurah Sabdodadi Bicara Digitalisasi Ekonomi
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Kondisi Depo Mandala Krida yang penuh dengan sampah, Selasa (5/3/2024) - Harian Jogja/Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Lebaran, Pemda DIY meminta Pemkot Jogja segera mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di sejumlah depo. Hal ini penting agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan selama libur Lebaran. Diperkirakan, hingga saat ini masih ada sekitar 1.000 ton sampah yang tertahan di sejumlah depo.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan jajarannya sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota di DIY untuk mengantisipasi sampah yang dihasilkan selama masa libur Lebaran. Diprediksi produksi sampah bakal meningkat selama Lebaran lantaran adanya lonjakan wisatawan.
"Prediksi kami, vplume sampah akan melonjak seiring banyaknya wisatawan yang masuk ke DIY. Selama ini kita masih membuang, belum mengolah secara maksimal. Jadwal pembuangan sampah di TPST Piyungan juga harus diatur ulang agar tidak menumpuk. Pekan ini sudah tidak ada penumpukan sampah lagi, harapannya ada langkah konkret," kata Beny saat dikonfirmasi, Senin (1/4/2024).
Pemda DIY, menurut Beny, juga meminta tiap kabupaten/kota di DIY bisa meminimalkan produksi sampah selama Lebaran. Pengolahan dan pemilahan sampah harus dilakukan. Khusus untuk Kota Jogja, Pemda DIY ingin agar depo bersih dari tumpukan sampah agar tidak mengganggu kenyamanan wisatawan selama berlibur di Jogja.
"Depo harus dikosongkan, jangan sampai pemudik yang datang ke Jogja disuguhi kondisi seperti itu [tumpukan sampah]. Harus ada antisipasi supaya sampah terkelola dengan baik. Jadi, tidak perlu lagi retorika, yang dibutuhkan tindakan konkret," katanya.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Soal Pramuka, Kemendibudristek: Sifatnya Sukarela
Sedangkan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY mengaku akan meningkatkan mengangkutan sampah khususnya untuk Kota Jogja. Hal ini penting demi menyambut pemudik yang datang ke Jogja. Petugas akan berupaya mengurangi volume sampah yang menumpuk di seluruh depo dan TPS di wilayah Kota Jogja.
Kepala DLHK DIY, Kusno Wibowo mengatakan pengangkutan khusus sudah dilakukan mulai akhir Maret ini hingga 3 April untuk mengosongkan depo-depo sampah di Kota Jogja. Upaya itu mampu mengurangi volume sampah yang sekarang banyak menumpuk di sejumlah depo. "Karena bagaimanapun, saat Lebaran banyak warga yang mudik ke Jogja, sehingga kami tidak ingin menyajikan problem persampahan ini kepada mereka," katanya.
Kusno menjelaskan, upaya pengurangan sampah terus dilakukan setelah sebelumnya Pemkot Jogja melakukan pengajuan pengosongan sampah di semua depo yang ada di kota Jogja. Total ada delapan depo di Kota Jogja, salah satu yang memiliki volume sampah terbesar berada di depo Mandala Krida.
"Di Jogja ada sejumlah depo untuk mengumpulkan dan menampung sampah. Kami berupaya mengurangi volumenya, dan kuota pembuangan sampah untuk Jogja kami tambahkan. Pengurangan dilakukan mulai akhir Maret sampai 3 April," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Calon Lurah Sabdodadi Sulistiyo menawarkan pembangunan berbasis marketing dan teknologi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan warga.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.