Sensus Ekonomi Kota Jogja Capai 46 Persen, Pengisian Data Lewat CAPI
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Jalan rusak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul mencatat masih ada sekitar 35% jalan kabupaten dalam kondisi tidak baik alias rusak, baik rusak ringan maupun berat. Anggaran perbaikan diperkirakan butuh sekitar Rp400 miliar.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Bantul, Eka Budisantoso menyampaikan kondisi jalan kabupaten yang tidak memadai tersebut sekitar 427,74 kilometer. Sementara jalan kabupaten yang kondisinya baik diklaim mencapai 64,67% atau 782 kilometer.
"Kondisi jalan kabupaten yang tidak mantap beragam, mulai dari rusak ringan dan rusak berat," katanya, Kamis (4/4/2024).
Eka menyampaikan awal 2024 ada penambahan panjang dan ruas jalan kabupaten karena perubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten.
Pada 2024 ada penambahan sebanyak 625 ruas jalan kabupaten, dari sebelumnya hanya ada 376 ruas jalan, atau sepanjang 624,47 kilometer menjadi 1.001 ruas jalan dan sepanjang 1.210,72 kilometer.
Eka menilai perubahan status jalan desa menjadi jalan kabupaten tersebut menambah beban anggaran perbaikan jalan yang harus ditanggung Pemkab Bantul. Tahun lalu sebelum ada perubahan status jalan tersebut, ruas jalan kabupaten dalam kondisi mantap ada sekitar 76%, sementara saat ini kondisi jalan kabupaten yang baik secara persentase hanya 64%.
Alokasi anggaran perbaikan jalan yang terbatas menyebabkan perbaikan jalan kabupaten harus dilakukan bertahap. Tahun ini anggaran yang dipatok untuk perbaikan jalan sekitar Rp50 miliar dari total anggaran yang didapat DPUPKP Bantul sekitar Rp70 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan APBD untuk perbaikan jalan, drainase, dan talut.
BACA JUGA: Bupati Sleman Batalkan Pelantikan Pejabat di 22 Maret 2024
Jumlah itu tidak berbeda jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang berkisar Rp60 miliar sampai Rp70 miliar. Sementara menurut Eka untuk memperbaiki 427 kilometer ruas jalan rusak, diperlukan anggaran sekitar Rp400-500 miliar. Dengan anggaran yang terbatas tersebut, DPUPKP Bantul hanya mampu memperbaiki sebagain ruas jalan kabupaten.
Kesiapan Lebaran
Sementara itu Kepala DPUPKP Bantul, Aris Suharyanta menyampaikan perbaikan jalan kabupaten telah dimulai sejak awal tahun.
DPUPKP diklaim terus mengejar kesiapan jalan kabupaten agar dalam kondisi layak selama Lebaran 2024. Aris menyampaikan perbaikan jalan akan memprioritaskan beberapa ruas jalan kabupaten yang menjadi akses ke tempat wisata, serta penghubung jalan provinsi dan nasional.
"Kebutuhan [anggaran] untuk perbaikan jalan kabupaten mencapai ratusan miliar, tidak bisa kami selesaikan dalam satu atau dua tahun anggaran," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS Kota Jogja mencatat Sensus Ekonomi 2026 mencapai 46%. Responden kini dapat mengisi data mandiri melalui layanan CAPI.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Peringatan HAN 2026 di Prambanan libatkan ratusan siswa. Edukasi budaya, bantuan sosial, dan pesan penting untuk generasi muda.
Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB setelah masa jabatan António Guterres berakhir.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.