WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto (kanan) saat memberi pelatihan pada UMKM beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja tahun ini menjalin kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Melalui program ini, mahasiswa dilibatkan untuk mendampingi digitalisasi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto, menjelaskan dalam program ini, sebanyak 30 mahasiswa yang merupakan hasil seleksi dari mahasiswa dari beberapa wilayah di Indonesia dilibarkan mendampingi UMKM dalam format magang.
“Teknisnya mahasiswa sebanyak 30 orang ini, saat ini sudah berlangsung, dididik oleh tenaga ahli kami yang mentransfer skill ke mahasiswa. Mahasiswa tersebut kemudian punya kewajiban mendampingi secara teknis UMKM di jogja. Mereka mendapat honor dari Kementerian,” ujarnya, Selasa (16/4/2024).
Adapun UMKM yang didampingi ada sebanyak 17 UMKM yang merupakan hasil seleksi dari ratusan UMKM. Dengan jumlah ini maka setiap mahasiswa fokus mendampingi pada satu UMKM saja, sehingga dapat berjalan lebih efektif.
Pendampingan para mahasiswa ini fokus pada pemasaran produk UMKM secara digital, baik melalui sosial media maupun marketplace, sehingga para pelaku UMKM di Kota Jogja bisa lebih terdigitalisasi. “Jadi diharapkan seiring perkembangan UMKM biar beradaptasi memasarkan secarra online,” ungkapnya.
Dari data Online Single Submission (OSS), Kota Jogja saat ini memiliki sebanyak 14.200 UMKM yang telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Ia tidak tahu berapa banyak UMKM yang telah terdigitalisasi. Meski demikian pihaknya terus mendorong UMKM agar lebih gencar menggunakan platform digital. “Pada saat kami mengadakan pelatihan dan sebagainya pasti kami sampaikan,” katanya.
BACA JUGA: UMKM Jogja Diajak Berjejaring dan Beradaptasi di Tengah Isu Perubahan Iklim
Di samping program untuk penguatan digitalisasi ini, Pemkot Jogja juga tetap memfasilitasi pemasaran secara offline. “Membantu dengan pameran pameran lokal, setiap tahunnya dilaksanakan setiap ada event HUT Kota Jogja, sudah masuk calender of event Kota Jogja,” katanya.
Sedangkan untuk pameran harian juga dilakukan, yakni di Galeria dan Malioboro Plaza. “Ada event lokal, contohnya kita memfasilitasi UMKM dengan menyewakan space di mall secara tahunan, yang bisa mempromosikan produk secara permanen,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.