PSEL Belum Beroperasi, Sleman Kerahkan Pendamping Sampah
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Ilustrasi Pilkada-Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dua nama mencuat sebagai kandidat kuat kontestan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Gunungkidul 2024. Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa dan Bupati Sunaryanta berebut dukungan partai.
Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta resmi diberi kesempatan oleh Partai Golkar untuk memperebutkan dukungan. Ketua DPD Partai Golkar Gunungkidul Heri Nugroho mengatakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar telah menurunkan surat penugasan menjadi calon bupati kepada Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta. DPP Golkar akan bekerja sama dengan lembaga survei untuk mengetahui elektabilitas keduanya. Hasil survei tersebut akan menentukan arah dukungan partai. “Apakah Sutrisna atau Sunaryanta [yang berpontensi memenangi Pilkada],” kata Heri, Kamis (18/4/2024).
Surat rekomendasi cabup dari DPP kemungkinan akan turun pada Juli 2024. “Sebelum surat rekomendasi turun, masih ada proses penentuan koalisi dan pasangan calon. Surat rekomendasi turun dalam bentuk pasangan calon bupati dan wakil bupati. Sekarang baru penugasan saja,” katanya.
BACA JUGA: Soimah Pancawati Masuk Radar Calon Bupati Bantul, PDIP Akan Sodorkan Formulir
Golkar menyerahkan penentuan calon wakil bupati (cawabup) kepada pemenang survei. Namun, Golkar akan tetep memberikan pertimbangan berdasarkan koalisi dengan partai lain.
Heri mengatakan Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta diusulkan karena berpotensi meraup suara paling banyak dibandingkan kandidat lain. DPP Partai Golkar menyarankan DPD Partai Golkar Gunungkidul menjalin koalisi dengan partai politik anggota Koalisi Indonesia Maju di Pilpres 2024, yakni Partai Gerindra, PAN, Partai Demokrat, PBB, Partai Gelora Indonesia, PSI, dan Partai Garuda.
“Tetapi itu bisa disesuaikan dengan situasi dan kondisi lapangan,” ucap Heri.
Sutrisna Wibawa dan Sunaryanta juga masuk sebagai kandidat kuat calon kepala daerah yang akan didukung PKB. Ketua DPC PKB Gunungkidul, Sutiyo mengatakan sudah ada empat kandidat yang masuk radar partai untuk diusung dalam Pilkada 2024. “Kandidat dari internal PKB ada dua,” kata Sutiyo.
Sutiyo belum mengungkapkan nama dua calon internal tersebut. Namun, dia memastikan dua calon eksternal yang kemungkinan akan diusung adalah Sutrisna Wibawa dan petahana Sunaryanta.
Golkar dan PKB adalah pemenang Pilkada Gunungkidul 2020. Kedua partai tersebut mengusung Sunaryanta-Heri Susanto yang meraup dukungan 155.878 pemilih. Sementara, Sutrisna Wibawa yang berpasangan dengan Mahmud Ardi Widanta dan diusung PAN, Gerindra, PKS, serta Demokrat berada di peringkat kedua dengan 144.012 suara. Pasangan lain yang juga mendapat dukungan besar adalah Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi yang diusung PDIP. Keduanya mengantongi 116.881 suara.
BACA JUGA: Namanya Muncul sebagai Calon Peserta Pilkada Gunungkidul, Begini Kata Bendahara DPW Nasdem DIY
Sutrisna Wibawa masih menjalin komunikasi dengan berbagai partai politik untuk mendapat tiket Pilkada 2024. “Situasi sekarang masih cair. Saya masih melakukan pendekatan ke partai politik. Bisa juga partai yang sebelumnya menyokong saya masih ikut mendukung, tapi peta politik sekarang sudah beda,” kata Sutrisna ditemui di Gedung Pusat Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Kamis.
Sutrisna menargetkan koalisi partai politik pendukungnya akan terbentuk bulan depan. Dia juga telah menjalin komunikasi dengan tokoh-tokoh yang ada di Gunungkidul. Hanya, dia tidak dapat menyampaikan tokoh-tokoh yang dia maksud.
Adapun Sunaryanta masih tertutup tentang langkahnya menyegel dukungan untuk kembali memimpin Gunungkidul. Awal bulan ini, dia menghadiri rapat konsolidasi pengurus dan kader DPC PKB Gunungkidul. Sunaryanta menyebut kepastian maju tidaknya dia di Pilkada 2024 tergantung keputusan partai politik karena dia bukan kader partai. Sebelum menjadi Bupati Gunungkidul, Sunaryanta adalah anggota TNI yang mengundurkan diri untuk menjadi cabup.
Di luar Sunaryanta dan Sutrisna Wibawa, Mahmud Ardi Widanta mencuat sebagai kandidat kontestan. Kader PAN tersebut sudah mendapat surat dari pengurus pusat untuk kembali ikut pemilihan.
“DPP memberikan mandat kepada saya untuk maju Pilkada Gunungkidul sebagai cabup atau cawabup. Suratnya turun 27 Maret 2024,” kata Ardi melalui ponsel, Kamis.
Putra Bendahara Umum DPP PAN Totok Daryanto tersebut mengatakan mandat dari DPP hanya diberikan untuk dirinya. Ardi masih menjalin komunikasi dengan partai lain. “Paling tidak Mei atau Juni besok sudah ada keputusan terkait koalisi dan calon,” ujar dia.
Pada Pilkada 2020, Mahmud Ardi berpasangan dengan Sutrisna Wibawa. “Saya masih berkomunikasi dengan Pak Sutrisna. Tapi partai belum memutuskan. Belum mengerucut, partai masih berkomunikasi dengan partai lain dan tokoh masyarakat Gunungkidul,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 17 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
BMKG memprakirakan cuaca DIY hari ini didominasi berawan dan udara kabur, sementara Sleman berpotensi diguyur hujan ringan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.