20 Kampung di Jogja Sudah Dipasang Hidran, Pajeksan Masih Butuh
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Petugas BPBD, Tim SAR Distrik Bantul, dan Polres Bantul mengevakuasi korban kecelakaan di Jl. Imogiri, Panggang, Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri, pada Minggu (21/4/2024). (Dok. Polres Bantul)
Harianjogja.com, BANTUL—Bus berisi 35 orang mengalami kecelakaan bus tunggal di Jl. Imogiri, Panggang, Dusun Lanteng, Selopamioro, Imogiri. Kecelakaan diduga karena rem blong.
"Dari informasi sopir, rem bus blong," kata Kasiop SAR DIY Distrik Bantul, Bondan Supriyanto Minggu, (21/4/2024).
Dia menyampaikan pihaknya bersama sukarelawan telah mengevakuasi korban kecelakaan tersebut. Korban telah dikeluarkan dari dalam bus tersebut, dan dibawa ke rumah sakit (RS).
Sementara Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana menyampaikan kejadian tersebut terjadi pada Minggu (21/4/2024) sekitar pukul 15.40 WIB. Bus dengan No. Pol. AA 1278 HD tersebut melakukan dari arah Pantai Baron menuju ke arah Imogiri dengan tujuan Sungapan, Argodadi, Sedayu.
"Namun, saat sampai di Jalan Imogiri Panggang [TKP] bus tersebut mengalami lepas kendali dan terguling ke kanan," ujarnya, Minggu (21/4/2024).
Baca Juga
Jumlah Korban Jiwa Kecelakaan Bus Rosalia Indah di Batang Bertambah, Berikut Daftarnya
Kecelakaan Bus di Bukit Bego, Bupati Bantul: Mudah-mudahan Jadi Peristiwa Terakhir
Rem Blong Diduga Menjadi Penyebab Kecelakaan Maut Bus di Sekitar Bukit Bego
Penumpang bus tersebut terdiri dari 34 orang dewasa dan empat orang anak-anak. Saat ini tujuh orang korban mengalami luka-luka dan telah dibawa ke RS.
Korban yang dibawa ke RS yaitu :
1. Sri Suheni, 45, mengalami luka patah tulang;
2. Arin Liliani, 28, mengalami luka memar di dada;
3. Ngatirah, 60, mengalami luka memar di tangan kanan dan kiri;
4. Ngatiyem, 60, mengalami luka memar;
5. Kamsiyah, 60, mengalami luka memar di tangan;
6. Giyati, 44, mengalami luka memar di tangan;
7. Wagiyem, 52, mengalami luka memar di tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
BRIN mengimbau masyarakat dan nelayan tidak mengonsumsi ikan mati mendadak usai erupsi Anak Krakatau sebelum penyebabnya dipastikan.
BMKG menyebut arah angin berubah ke barat, barat laut, dan barat daya sehingga sebaran abu Anak Krakatau mulai berkurang.
WNA terdampak pembatalan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau mendapat ITKT tanpa biaya overstay dari Imigrasi.
5 siswa di Turi sempat pusing, mual dan muntah usai menyantap MBG. Seluruh siswa sudah pulang, sementara sampel makanan diperiksa laboratorium.
KSPI mengusulkan kenaikan UMP 2027 sebesar 7,5%-8,5% berdasarkan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tertentu 0,9.