DPRD Gunungkidul Minta Proyek Infrastruktur 2026 Berkualitas dan Tepat Waktu
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mencatat awal musim kemarau di Sleman terbagi menjadi dua gelombang. Namun secara keseluruan pada Mei ini seluruh wilayah sudah masuk awal kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas mengatakan, saat ini sudah memasuki awal musim kemarau. Hal tersebut terlihat dari tingkat curah hujan yang terus mengalami penurunan intensitasnya.
“Hampir seluruh wilayah DIY memasuki awal kemarau Mei ini, tapi utuk waktunya terbagi dalam beberapa gelombang,” kata Reni saat dihubungi, Selasa (14/5/2024).
BACA JUGA: Kemarau Basah, BPBD DIY Minta Warga Bikin Sumur Resapan
Dia mencontohkan, di wilayah Sleman, awal kemarau terbagi dalam dua gelombang. Untuk Kapanewon seperti Minggir, Seyegan, Moyudan, Godean, Gamping, Mlati, Ngaglik, Depok, Berbah, Prambanan, Ngemplak dan Kalasan di dasarian pertama Mei sudah masuk kemarau.
Hal ini ditandai dengan intensitas hujan yang turun dibawah 50 milimeter. “Dasarian adalah perhitungan untuk sepuluh hari. Jadi dasarian pertama ini antara tanggal 1 hingga 10,” katanya.
Meski demikian, untuk wilayah di Sleman utara seperti Kapanewon Cangkringan, Turi, Tempel, Pakem dan Sleman di dasarian pertama masih di akhir musim hujan. Di lima kapanewon ini, baru memasuki musim kemarau di dasarian ketiga atau akhir Mei mendatang.
“Untuk wilayah DIY yang benar-benar telah memasuki musim kemarau di dasarian pertama Mei adalah Kota Jogja dan Bantul. Sedangkan untuk Sleman, Kulonprogo dan Gunungkidul ada beberapa kapanewon yang masuk kemarau baru di akhir Mei,” katanya.
BACA JUGA: Awal Musim Kemarau di DIY Terjadi pada Mei Mendatang, Begini Penjelasan Lengkapnya
Salah seorang warga Donoharjo, Ngemplak, Darno mengatakan, di wilayahnya sudah beberapa hari tidak terjadi hujan. Ia menyakini sekarang sudah memasuki musim kemarau dikarenakan cuacanya pada siang hari sudah sangat panas.
Selain itu, berdasarkan keyakinan orang-orang terdahulu, juga sempat terjadi hawa yang lebih dingin saat malam hingga pagi hari. Hal tersebut dipercayai sebagai awal datangnya musim kemarau.
“Kami mengenalnya dengan istilah bediding dan ini sudah terjadi beberapa waktu lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 23 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Bedah buku HOMEPOWER di Kotabaru membahas pentingnya membangun kedekatan keluarga, budaya literasi, dan peran rumah sebagai sumber kekua
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 23 September 2026 lengkap dengan rute, jam keberangkatan dan tarif promo Rp50.000.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Rabu 23 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 23 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.