Koperasi Merah Putih Jogja Siap Produksi 65 Ribu Batik Segoro Amarto
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Antisipasi kekeringan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul menyiapkan anggaran sebesar Rp21,3 juta untuk distribusi air bersih. Anggaran tersebut setara dengan sekitar 426 tangki air air bersih dengan kapasitas 5.000 liter per tangki
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bantul, Antoni Hutagaol menyampaikan pihaknya mengalokasikan APBD Bantul tahun 2024 mencapai Rp21,3 juta untuk distribusi air bersih tahun 2024. Jumlah tersebut tidak berbeda jauh dengan anggaran tahun 2023 yang mencapai Rp22 juta.
Antoni menuturkan dengan anggaran penyediaan air tahun 2023, BPBD Bantul mampu menyediakan 426 tangki air bersih dengan kapasitas 5.000 liter air bersih per tangki.
Dia menuturkan lantaran anggaran APBD 2023 yang terbatas, sehingga anggaran penyediaan air bersih telah habis sebelum akhir tahun. Akhirnya, pihaknya mengandalkan bantuan air bersih dari CSR di akhir tahun 2023.
Dia menuturkan lantaran anggaran penyediaan air bersih tahun 2024 tidak berbeda jauh dengan tahun lalu, pihaknya pun akan mengandalkan bantuan dari beberapa pihak lain untuk penyediaan air bersih. Beberapa pihak yang akan bekerjasama dengan BPBD Bantul untuk penyediaan air bersih antara lain PMI Bantul dan Dinas Sosial (Dinsos) Bantul untuk pemenuhan kebutuhan air bersih saat musim kemarau.
BACA JUGA: Menghadapi Musim Kemarau, Perumdam Tirta Projotamansari Pastikan Pasokan Air Lancar
Antoni menyampaikan meski telah memasuki musim kemarau, hingga saat ini BPBD Bantul masih belum mendapatkan permintaan dropping air bersih di wilayah Bantul.
“Sampai saat ini belum ada daerah yang mengajukan [permintaan dropping] air bersih,” ujarnya, Senin (20/5/2024).
Antoni menyampaikan pihaknya pun tetap mewaspadai adanya potensi kekurangan air selama musim kemarau pada beberapa daerah yang rawan kekeringan. Beberapa daerah yang rawan kekeringan di Bantul antara lain Kapanewon Kasihan, Sedayu, Banguntapan, Pleret, Piyungan, Pajangan, Pandak, Pundong, Imogiri dan Dlingo.
Terhadap beberapa daerah tersebut, menurut Antoni saat musim kemarau biasanya mengalami kesulitan air bersih, sehingga permintaan dropping air bersih selalu diajukan. Dia menuturkan apabila masyarakat mengalami kekurangan air bersih, masyarakat dapat mengajukan permintaan dropping air bersih ke BPBD Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Jenis garam untuk hipertensi, perbandingan sodium, dan pilihan lebih aman bagi kesehatan jantung dan tekanan darah.
Elon Musk sebut Neuralink "teknologi level Yesus". Klaim ambisius ini tuai kritik pakar karena kurangnya bukti ilmiah. Simak fakta selengkapnya di sini.
Wali Kota Jogja menemukan kandang ayam, sampah, dan pendangkalan saat susur Sungai Code, Pemkot rencanakan normalisasi.
Perbaikan Jalan R Agil Kusumadya Kudus tuntas, akses Demak–Kudus kini mulus dengan anggaran gabungan pusat dan daerah Rp40 miliar.
Maarten Paes tampil solid bawa Ajax Amsterdam ke final playoff Europa Conference League. Simak performa kiper Timnas Indonesia vs Groningen di sini.