Blue Food Jadi Kunci Ketahanan Pangan Indonesia pada 2050
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Proyek Tol Jogja Solo. Tol Jogja Solo akan menyambung hingga Yogyakarta International Airport atau YIA di Kulonprogo./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Ganti rugi Tol Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) di Pedukuhan Rajek Lor dan Rajek Ngemplak, Tirtoadi, Sleman, disepakati di angka Rp3 juta sampai Rp4,3 juta per meter persegi.
Carik Tirtoadi, Muh. Ridwan, mengungkapkan musyawarah dengan pemilik lahan terdampak Tol Jogja-YIA telah digelar beberapa waktu lalu. Di Tirtoadi, sejumlah lahan di dua pedukuhan akan dilewati Tol Jogja-YIA. Lahan tersebut masing-masing berada di Pedukuhan Rajek Lor dan Rajek Ngemplak.
"Kemarin sudah musyawarah, musyawarah hasil appraisal," kata Ridwan ditemui di Kalurahan Tirtoadi, Rabu (5/6/2024).
BACA JUGA: DPRD Kota Jogja Anggarkan Pengadaan 2 Mesin Insinerator, Ditargetkan Siap Pakai Tahun Depan
Menurut Ridwan, lebih dari 160 bidang tanah terdampak pembangunan Tol Jogja-YIA. Ridwan mengungkapkan nilai ganti rugi untuk pemilik lahan di angka Rp3 juta sampai Rp4,3 juta per meter persegi. "Kayaknya paling tinggi sekitar Rp4,3 juta. Terendah Rp3 juta. Tetapi saya belum tahu semuanya," ujar dia.
Ridwan menambahkan warga terdampak telah menyetujui nilai appraisal yang diberikan meskipun sebelumnya ada warga yang menilai bidang tanahnya belum terhitung. "Tetapi setelah dimusyawarahkan, sudah ada kesepakatan," ujar dia.
Di daerah Tirtoadi, Tol Jogja-YIA melewati kawasan permukiman warga. Bidang tanah yang akan dilewati jalan bebas hambatan lanjutan Tol Jogja-Solo ini juga banyak yang berupa permukiman, ketimbang lahan pertanian. "Lebih banyak permukiman, yang sawah itu lebih ke tanah kas desa," ujarnya.
Ridwan menambahkan rencana relokasi lima makam terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja-YIA di Kalurahan Tirtoadi terus dimatangkan. Gambarannya, ada sejumlah makam terdampak tol yang direlokasi menjadi satu makam, ada pula makam yang saat direlokasi akan dipisah menjadi dua makam. Secara umum, lima makam yang dilewati proyek Tol Solo-Jogja-YIA di Tirtoadi dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, makam yang terdampak Tol Jogja-Solo, dan kedua, makam yang terdampak pembangunan Tol Jogja-YIA.
Makam yang terdampak Tol Jogja-Solo ada empat. Tiga makam berada di Pedukuhan Kaweden dan satu makam lainnya di Ketingan. Tiga makam di Kaweden akan dipindahkan ke satu areal makam besar.
Sementara, satu makam di Ketingan adalah makam Kiai Kromo Ijoyo atau Mbah Celeng. Mendiang dipercaya oleh warga setempat merupakan warga pertama yang tinggal di daerah tersebut dan menjadi cikal bakal Pedukuhan Ketingan. Makam Mbah Celeng akan direlokasi di wilayah Ketingan yang lokasinya tak jauh dari makam sekarang.
Di sisi lain, satu permakaman terdampak Tol Jogja-YIA di daerah Tirtoadi rencananya dipisah menjadi dua makam saat proses relokasi. Pasalnya makam tersebut kini digunakan dua pedukuhan yang berbeda, Pedukuhan Rajek Lor dan Pedukuhan Rajek Ngemplak. Warga meminta makam tersebut bisa dipisah menjadi dua makam saat direlokasi. "Kemarin permohonan mereka akan dipisah, seusai dengan padukuhannya," ungkapnya.
BACA JUGA: Proyek Jembatan Pandansimo di Atas Sungai Progo Dikebut untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem
Kelima makam terdampak Tol Jogja-Solo-YIA di Tirtoadi berdiri di atas tanah kas desa, bukan tanah wakaf. Lokasi pengganti pun disiapkan pada tanah kas desa di Kalurahan Tirtoadi.
Adapun proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman akan mulai dikerjakan di tengah Ring Road Utara pada pertengahan bulan ini.
Pejabat Humas PT Adhi Karya yang membangun Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, menjelaskan fasilitas jalan seperti separator, lampu penerangan, pohon, maupun rambu di jalan Ring Road akan direlokasi terlebih dahulu sebelum proyek bergulir.
Pelaksana proyek tol akan menunggu skenario rekayasa lalu lintas yang mungkin diterapkan dari pihak yang berwenang. "Kami enggak bisa putuskan sendiri, harus bersama-sama. Yang jelas, badan jalan yang digunakan di tengah itu 12 meter, kami kasih beton pembatas kiri kanan, kemudian kami kasih seng atau pagar penutup," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM mendorong penguatan blue food sebagai solusi ketahanan pangan nasional di tengah proyeksi kenaikan kebutuhan protein hingga 67% pada 2050.
Gempa M7,1 di Jepang diduga berkaitan dengan sesar yang belum retak sejak gempa besar 2016. Ahli ungkap potensi gempa susulan.
KPK menahan anggota DPRD Jatim Moch Mahrus terkait dugaan suap dana hibah pokmas kepada Anwar Sadad.
PSIM Jogja masih mengevaluasi masa depan Nermin Haljeta jelang Super League 2026/2027, sementara Franco Ramos dipastikan bertahan.
BBPOM Yogyakarta mempercepat penerbitan NIE bagi UMKM pangan olahan agar produk lokal Jogja aman, bermutu, dan mampu bersaing.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.