Droping Air Gunungkidul Mulai Menipis, BPBD Ajukan 5.000 Tangki
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Ilustrasi siswa baru - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di hari kedua di Gunungkidul diklaim berjalan lancar. Rencananya proses pendaftaran ditutup Rabu (2/7/2025).
Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan, penyelenggaraan SPMB tingkat SMP untuk jalur afirmasi dan domisili sudah dimulai sejak Senin (30/6/2025). Di hari kedua penyelenggaraan, ia memastikan tidak ada kendala kaitannya dengan masalah pendaftaran.
“Semua aman dan lancar karena di grup kepala sekolah tidak ada keluhan berkaitan dengan pelaksanaan SPMB tingkat SMP,” kata Suhartati, Selasa (1/7/2025).
BACA JUGA: Sejumlah Sekolah Berpotensi Kekurangan Siswa, Ini Kata Dinas Pendidikan Gunungkidul
Dia menjelaskan, didalam tahapan pendaftaran ini terdapat tiga jalur penerimaan. Yakni, jalur domisili, afirmasi dan perpindahan orang tua.
Menurut Suhartati, untuk jalur domisili SMP Negeri 2 Wonosari mendapatkan alokasi sebanyak 112 kursi. Sedangkan untuk afirmasi sebanyak 45 kursi dan jalur perpindahan orang tua ada 11 kursi.
Ia tidak menampik, calon siswa baru di sekolahnya sudah membludak karena yang daftar lebih banyak ketimbang kuota tersedia. Dicontohkannya, untuk jalur afirmasi sudah terdaftar sebanyak 87 peminat dan domisili ada 323 calon siswa baru.
“Hari terakhir pendaftaran [Rabu] masih bisa berubah. Yang jelas, tidak bisa diterima semua karena kuota tersedia terbatas,” katanya.
Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan pelaksanaan SPMB tingkat SMP. Rencananya pendaftaran ditutup pada Rabu.
“Daftar Ulang untuk semua jalur pendaftaran dilaksanakan pada 7-8 Juli 2025. Bagi calon siswa segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air di sejumlah kapanewon Gunungkidul mulai menipis. BPBD mengajukan tambahan 5.000 tangki untuk menghadapi kemarau hingga akhir tahun.
Komisi B DPRD Bantul mencatat realisasi program OPD mitra sekitar 70% dan memastikan seluruh kegiatan tuntas hingga akhir tahun.
Dewan Pendidikan Nasional mengingatkan orang tua tak perlu memaksa anak ikut bimbel karena TKA bukan penentu kelulusan.
Lipstik Lipsing kembali setelah 16 tahun hiatus. Penampilan di Candi Prambanan menghidupkan nostalgia penggemar lewat lagu-lagu legendaris mereka.
ASN Pemkot Jogja kini bisa mengajukan cuti, termasuk cuti darurat, lewat JSS. Verifikasi hingga persetujuan dilakukan secara elektronik.
DPR menyoroti cost recovery 2027 yang naik menjadi US$10,1 miliar saat lifting migas masih turun dan realisasi di bawah target.