Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Program Mina Padi Rp1 Miliar
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Ilustrasi sekolah rakyat. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul memastikan didalam proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP bakal ada sekolah yang kekurangan murid. Hal ini tak lepas jumlah kuota yang disediakan lebih banyak ketimbang jumlah lulusan SD yang ada.
Berdasarkan data yang ada, penerimaan siswa baru Tahun Ajaran 2025-2025 ada kuota sebanyak 9.216 murid. Adapun jumlah siswa lulusan SD yang tercatat hanya sebanyak 7.903 anak.
“Jadi kalau ada sekolah yang kekurangan murid bukan masalah karena kuota bangku tersedia lebih banyak ketimbang anak lulusan SD,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Gunungkidul, Agus Subaryanta, Rabu (25/6/2025).
Dia menjelaskan, . Proses pendaftaran dimulai untuk jalur prestasi mulai 23-25 Juni 2025.
Rencananya pengumuman penerimaan dari jalur ini dilaksanakan Kamis (26/6/2025). Selanjutnya, proses penerimaan dilanjutkan untuk jalur domisili, jalur afirmasi dan jalur mutasi orang tua mulai 30 Juni sampai dengan 2 Juli 2025.
“Daftar Ulang untuk semua jalur pendaftaran dilaksanakan pada 7-8 Juli 2025. Bagi calon siswa segera mendaftar setelah pendaftaran dibuka,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati optimistis pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025-2026 dapat berlangsung lancar. “Kami sudah lakukan sosialisasi, termasuk membagikan petunjuk teknis sebagai pedoman dalam penerimaan,” kata Nunuk.
Menurut dia, persiapan tidak hanya dilakukan dengan menyosisalisasikan aturan dalam penerimaan siswa baru. Pasalnya, juga ada kesiapan dari sisi teknis, yakni salah satunya memastikan aplikasi dan server yang dipergunaakan dapat terakses dengan baik.
“Sudah kami persiapkan dan aman semuanya sehingga kami yakin SPMB Gunungkidul dapat berjalan lancar,” kata Nunuk.
Kepala SMP Negeri 2 Wonosari, Suhartati mengatakan, untuk SPMB Tahun Ajaran 2025-2026 memeroleh alokasi sebanyak 224 kursi. Rinciannya sebanyak 112 kursi untuk domisili, sebanyak 56 kursi dari jalur prestasi, afirmasi sebanyak 46 kursi dan mutasi orang tua sebanyak 11 kursi.
“Sudah ada tahapan untuk proses SPMB. Rencananya, daftar ulang semua jalur penerimaa dilakukan 7-8 Juli 2025,” katanya.
Menurut dia, didalam proses pendaftaran ini, calon siswa diminta menyiapkan sejumlah persyaratan yang harus diunggah ke aplikasi yang tersedia. Syarat tersebut di antaranya scan bukti pendaftaran, surat pertanggungjawaban mutral bermaterai oleh orang tua.
Selanjutnya, scan foto 3x4, akte kelahiran, kartu keluarga. Untuk kuota afirmasi juga ada bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu. “Bagi penyandang disabilitas juwa diwajibkan ada surat keterangan berkebutuhan khusus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sawah seluas sepuluh hektare di Kapanewon Ponjong akan mendapat bantuan pengembangan mina padi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp1 miliar.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.