Advertisement

Dosen dan Mahasiswa ITD Adisutjipto Diingatkan Kembali soal Teknologi Arus Kelistrikan DC

Media Digital
Kamis, 06 Juni 2024 - 18:17 WIB
Arief Junianto
Dosen dan Mahasiswa ITD Adisutjipto Diingatkan Kembali soal Teknologi Arus Kelistrikan DC Suasana kuliah umum "The Renaissance of DC Electricity: Challenges and Opportunities" di Aula Husein Sastranegara, Gedung Rektorat ITD Adisutjipto, Kamis (6/6/2024). - Harian Jogja/Jumali

Advertisement

BANTUL—Institut Teknologi Dirgantara (ITD) Adisutjipto menggelar kuliah umum bertajuk The Renaissance of DC Electricity: Challenges and Opportunities di Aula Husein Sastranegara, Gedung Rektorat ITD Adisutjipto, Kamis (6/6/2024). Kuliah umum tersebut digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa terkait dengan sistem listrik dan teknik elektro untuk pesawat udara.

Rektor ITD Adisutjipto, Marsekal Pertama TNI Arwin Datumaya Wahyudi Sumari menyampaikan mahasiswa dan dosen yang ada di jawatannya diharapkan mampu mendapatkan pemahaman yang luas mengenai sistem listrik dan teknik elektro untuk pesawat udara. "Sehingga para dosen dan mahasiswa terinspirasi untuk membangun inovasi-inovasi baru yang berhubungan dengan keteknik elektroan di dunia kedirgantaraan," katanya.

Advertisement

Dia menambahkan, sejauh ini perkembangan teknik elektro di dunia kedirgantaraan mengalami perkembangan yang pesat. Sehingga pengetahuan mengenai teknik elektro ini ke depan bisa dikembangkan di ITD Adisutjipto. "Utamanya dalam hal peningkatan power untuk pesawat udara, baik untuk pesawat komersil maupun pesawat militer," terang Arwin.

Professor of Electrical Engineering California Polytechnic State University, Prof Taufik mengungkapkan materi yang disampaikannya pada kegiatan kuliah umum ini adalah terkait dengan penggunaan sumber listrik DC pada pesawat yang digunakan untuk menyalakan mesin dan unit daya tambahan di pesawat.

"Intinya adalah bagaimana kita bisa mencari solusi alternatif dan memikirkan apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan solusi alternatif," terang Taufik.

Taufik mengaku sengaja mengangkat tema renaissance of DC electricity untuk kembali mengingatkan teknologi yang dulu diperkirakan tidak jalan kemana-mana. Ternyata dalam perkembangannya, teknologi ini dinilai Taufik, kembali digunakan.

"Justru sekarang jadi perhatian yang sangat kencang dari berbagai pihak. Jadi ini teknologi kelistrikan ini nanti tidak hanya untuk teknologi pesawat, tapi segala sistem yang memerlukan catu daya. Teknologi ini DC," terang Taufik.

BACA JUGA: ITD Adisutjipto Bekali Mahasiswa dengan Mindset dan Soft Skill Dunia Kerja lewat Kuliah Umum

Teknologi kelistrikan DC, menurut Taufik sejatinya tidak kalah dengan sistem kelistrikan AC. Bahkan, saat ini ada perkembangan paradigma yang mulai mengimplementasikan listrik DC daripada AC.

"Ini macam-macam digunakannya. Ada yang digunakan di rumah, di pesawat, kapal, PLN dan sebagainya. Ini akan buka wawasan. Saya disini hanya sharing saja, tentang apa yang telah saya jalankan," paparnya.

Taufik mengungkapkan, lewat kuliah umum ini diharapkan muncul inovasi dari para dosen dan mahasiswa ITD Adisutjipto untuk lebih mengembangkan listrik DC. Karena banyak solusi alternatif saat menggunakan listrik DC.

"Sejauh ini banyak yang sudah implementasikan, seperti mobil listrik. Mobil listrik itu contoh penggunaan listrik DC. Sayangnya ini masih terbatas, padahal bisa dikembangkan ke hal lainnya," ucap Taufik.

Arwin menambahkan, jika beberapa saat ini telah dikembangkan beberapa pesawat yang menggunakan listrik DC. Ini sebagai alternatif penggunaan bahan bakar dari fosil. "Pesawat listrik ini telah dikembangkan di beberapa negara dan ini menghemat penggunaan bahan bakar fosil dan ramah lingkungan. Bisa dibayangkan, dengan pesawat listrik ini bisa ditingkatkan kapasitasnya ke depan," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak

News
| Sabtu, 04 April 2026, 17:07 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement