PKL Muncul Lagi di Sirip Malioboro, Ini Sorotan DPRD Kota Jogja
DPRD Kota Jogja mendorong penataan PKL Malioboro dilakukan holistik, termasuk meningkatkan kunjungan ke Teras Malioboro.
Ilustrasi pekerja migran - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul mengimbau agar calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat ke luar negeri dapat mendaftar pada Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) resmi yang ada di DIY. Hal itu untuk mengantisipasi pengiriman calon PMI non-prosedural atau praktik ilegal.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja dan Transmigrasi, Disnakertrans Bantul, Rumiyati menuturkan P3MI akan menyelenggarakan pelayanan penempatan kerja PMI ke negara tujuan.
“Kami mempunyai datanya [P3MI resmi], kami menyarankan ke P3MI yang ada di DIY. Mulai dari pelatihan, pendaftaran, mencari pekerjaan disana [negara tujuan], mencari agen yang ada disana [negara tujuan], tanda tangan perjanjian kerja [melalui BP3MI resmi],” ujarnya, Selasa (18/6/2024).
Sebelumnya Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) DIY telah menunda keberangkatan 127 orang calon PMI ke luar negeri. Penundaan keberangkatan tersebut lantaran diduga mereka akan menjadi PMI non-prosedural.
Dia menyampaikan jumlah PMI asal Bantul yang berangkat ke luar negeri setiap tahun berkisar 300-400 orang. Sebagian besar PMI yang berasal dari Bantul bekerja di sektor formal sebagai operator produksi pabrik.
BACA JUGA: Makan Murah di Jogja, Pasar Beringharjo Gudangnya Makanan Legendaris
Mereka dikirim ke beberapa negara antara lain ke Malaysia, Korea, Polandia, dan Jepang. Sementara PMI di sektor informal sebagian besar bekerja sebagai asisten rumah tangga. Mereka sebagian besar diberangkatkan ke Taiwan.
Dia menuturkan risiko bagi PMI yang bekerja di sektor informal cukup tinggi lantaran perjanjian kerja yang ada dilakukan antara calon PMI dan majikannya. Sehingga dia mengimbau agar calon PMI memilih agen resmi untuk mengantisipasi pengiriman calon PMI non-prosedural.
Dia menuturkan pihaknya turut mendampingi proses pengiriman calon PMI ke luar negeri. Dia menuturkan pihaknya melakukan rekomendasi ID calon PMI sebelum diberangkatkan ke luar negeri. Saat itu, pihaknya melakukan wawancara terhadap calon PMI.
Selain itu jawatannya juga ikut mereviu perjanjian penempatan antara calon PMI dan P3MI. Dari situ, menurut Rumi, pihaknya dapat mengetahui apabila ada dugaan pengiriman calon PMI non-prosedural.
“[Calon PMI yang bekerja di sektor] Informal lebih berisiko daripada [calon PMI yang bekerja di sektor] formal, kita harus interview langsung pada saat penandatanganan perjanjian penempatan,” ujarnya.
Dia menuturkan sebagian besar calon PMI asal Bantul segera ingin diberangkatkan ke luar negeri. Beberapa pertimbangan dari calon PMI antara lain lantaran upah yang diterima di negara tujuan dinilai cukup tinggi. Meski begitu, menurutnya, calon PMI harus berhati-hati terhadap berbagai modus pengiriman calon PMI non-prosedural.
Dia pun meminta calon PMI memerhatikan perjanjian kerja yang telah disepakati. Apabila PMI tersebut mengalami kendala di negara tujuan, mereka dapat menghubungi agen penyalur tenaga kerja yang telah mengirimnya. “PMI harus bekerja sesuai aturan yang ada, kalau ada apa-apa memberitahu agen dan jangan kabur, kalau kabur [PMI] akan menjadi pekerja ilegal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja mendorong penataan PKL Malioboro dilakukan holistik, termasuk meningkatkan kunjungan ke Teras Malioboro.
DPRD DIY menyepakati Raperda Perlindungan Konsumen. Transaksi digital, penguatan lembaga, dan mekanisme pengaduan menjadi perhatian.
Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya, Jepang. Ohmura Hideaki menyerukan persahabatan, solidaritas, dan perdamaian melalui olahraga.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatat satu waktu lap di Q1. Masalah teknis disebut menghambatnya.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Film Memburu Pemangsa menghadirkan kisah empat jurnalis membongkar kasus pembunuhan anak dan pentingnya verifikasi berita.