Perbup Kendali Ruang Disusun, Investor Taat Aturan Dapat Insentif
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Salah seorang petani di Kalurahan Donoharjo, Ngaglik menunjukan hasil panen cabai di lahan yang dikelolanya. Foto diambil 6 Mei 2024./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman mendapatkan bantuan senilai Rp2,7 miliar untuk pengembangan budidaya cabai. Diharapkan program ini bisa menjaga stabilitas cabai sehingga tidak memicu terjadinya inflasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, kenaikan harga cabai di pasaran bisa memicu terjadinya inflasi. Oleh karena itu, ada program dari Kementerian Pertanian untuk menyetabilkan, baik pasokan maupun harga di pasaran.
Guna mewujudkan hal ini, petani di Sleman mendapatkan bantuan senilai Rp2,7 miliar. Bantuan terdiri dari pupuk NPK atau Phonska, mulsa dan sprayer.
Dia menjelaskan, bantuan diberikan untuk 13 kelompok tani di 13 kapanewon di Sleman. Diharapkan dengan bantuan ini dapat dipergunakan sebagai sarana budidaya cabai seluas 250 hektare. “Harapannya pasokan bisa stabil sehingga harga juga bisa ikut stabil,” kata Pram, sapaan akrabnya, Senin (24/6/2024).
Menurut dia, untuk masa tanam sudah ada jadwalnya di rentang waktu Juni hingga November. Di masa tanam tersebut bisa memasok kebutuhan saat akhir maupun awal tahun yang cenderung melonjak.
“Ini harus diantisipasi mulai dari sekarang dengan memberikan bantuan budidaya. Harapannya tidak hanya menjaba stabilitas, tapi juga mampu menghasilkan cabai yang berkualitas,” katanya.
Champion Cabai Nasional dari Kabupaten Sleman, Ardhi Prasetyo Wibowo mengatakan, terima kasih atas bantuan yang diberikan untuk mendukung budidaya cabai di Bumi Sembada. Menurut dia, bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas panen cabai di Masyarakat sehingga pasokannya bisa terus dijaga.
Ardhi mengakui dengan pola tanam terjadwal menjadikan Sleman sebagai salah satu sentra penghasil cabai di Indoensia. Hal ini tak lepas adanya hasil panen cabai yang berasal dari petani di Sleman.
“Setiap hari atau setiap bulannya terus ada pasokan cabai hasil dari petani di Sleman,” katanya.
Dia menambahkan, bantuan yang diberikan juga sangat mendukung iklim usaha komoditas cabai. Di sisi lain, pengelolaan melalui lelang cabai yang dikelola oleh Petani Hortikultura Puncak Merapi menjadikan Sleman sebagai pusat pembelajaran budidaya oleh daerah lain. “Jangan salah dengan model ini, juga menjadi barometer perkembangan harga cabai secara nasional,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyusun Perbup Insentif dan Disinsentif Kendali Ruang untuk mendorong investasi berkelanjutan sekaligus menjaga lingkungan.
Honda Super-One debut di GIIAS 2026 dengan kuota 100 unit untuk Indonesia. Mobil listrik ini mampu menempuh jarak hingga 274 kilometer.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.