Advertisement

Pemkab Kulonprogo Bantu Belasan Kelompok Tani Hutan untuk Konservasi Air

Triyo Handoko
Rabu, 10 Juli 2024 - 21:17 WIB
Arief Junianto
Pemkab Kulonprogo Bantu Belasan Kelompok Tani Hutan untuk Konservasi Air Penjabat Bupati KulonprogoSrie Nurkyatsiwi memberikan bantuan hibah bibit pohon kepada salah satu KTH di wilayahnya yang didampingi Kepala DLH Kulonprogo Gusdi Hartono (kedua dari kiri) saat Hari Lingkungan Hidup 2024 kemarin. Dok Istimewa.

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kulonprogo mengulurkan bantuan bagi 11 kelompok tani hutan (KTH) untuk upaya konservasi air di Bumi Binangun.

Program konservasi air yang dilakukan KTH ini dengan menjaga mata air yang ada, menanam tanaman penyimpan air, hingga memberikan bantuan tanaman produktif bagi pemilik lahan yang terdapat sumber airnya.

Advertisement

Kolaborasi konservasi air antara KTH dan Pemkab Kulonprogo ini dikoordinasikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Saat Hari Lingkungan Hidup pada Juni lalu, DLH memberikan bantuan benih tanaman penyimpan air ke 11 KTH di Bumi Binangun.

Sebanyak 11 KTH yang mendapat bantuan bibit tanaman itu antara lain di Kapanewon Kalibawang sebanyak empat kelompok yaitu KTH Arum Subur, Kalurahan Banjararum; KTH Ngudi Makmur, Kalurahan Banjarsari; KTH Wonolestari, Kalurahan Banjarharjo dan KTH Mamrih Subur, Kalurahan Banjaroya.

Sedangkan di Kapanewon Samigaluh terdapat lima kelompok yang mendapat bantuan program konservasi ini, yaitu KTH Ayem, Kalurahan Pagerharjo; KTH Menoreh Subur 2, Kalurahan Sidoharjo; KTH Wana Bakti, Kalurahan Gerbosari; KTH Wana Ngudi Rahayu, Kalurahan Purwoharjo dan KTH Sidorukun, Kalurahan Sidoharjo. Sisanya terdapat di Kapanewon Pengasih antara lain KTH Ngudi Makmur, Kalurahan Margosari dan KTH Wana Tani Promak, Kalurahan Sendangsari.

Semua kelompok itu diberikan bibit tanaman seperti beringin, gayam, hingga aren yang memiliki fungsi penahan dan penyimpan air. Terdapat juga tanaman produktif yang digunakan supaya konservasi air tetep menguntungkan petani hutan ini, seperti bibit pohon petai hingga durian.

Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kulonprogo, Tristijanti menjelaskan bahwa  KTH di wilayahnya memiliki peran strategis dalam merawat sumber-sumber air yang ada. "Sehingga kami melibatkan secara aktif, tidak hanya memberi bantuan benih tanaman, kami juga mendampinginya," ungkapnya, Rabu (10/7/2024).

Pendampingan itu termasuk menginventarisir sumber air yang dikelola KTH yang ada. "Termasuk menentukan titik penanamannya yang efektif menjaga sumber air di mana, termasuk kami dampingi sampai sekarang dalam merawat sumber air tersebut," terang Tristijanti.

Tristijanti menjelaskan tantangan utama upaya konservasi air yang dihadapi DLH Kulonprogo berupa kepemilikan tanah pribadi di lokasi sumber air.

"Jika kondisi sumber air tersebut memang di atas tanah pribadi warga maka tantangannya adalah menjaga agar tidak terjadi alih fungsi lahan atas tanah tersebut," katanya.

Tantangan itu dihadapi salah satunya dengan memberikan bibit tanaman produktif kepada pemilik lahan sumber mata air. "Cara ini sampai sekarang cukup efektif, pemilik lahan juga kebanyakan turut berpartisipasi dalam konservasi di lahannya itu," tuturnya.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo yang juga membidangi lingkungan hidup pernah menyampaikan bahwa kepemilikan lahan pribadi pada sumber air memang jadi tantangan.

"Solusi yang kami tawarkan Pemkab membeli lahan yang ada sumber air tersebut, kami yakin itu bukan pembelian yang rugi justru untung," ujarnya. 

Pembelian lahan yang memiliki sumber air, jelas Eni, dapat meningkatkan cadangan air yang dimiliki Pemkab Kulonprogo.

"Apalagi ancaman krisis iklim meningkatkan resiko kekeringan yang lebih parah, kalau tidak ditangani banyak sektor bisa terdampak," katanya.

Sektor yang paling terdampak dari bencana kekeringan paling parah, menurut Eni, adalah pertanian yang selama ini menyangga ekonomi Kulonprogo. "Sehingga perlu ada strategi komprehensif jangka panjang untuk menyelamatkan sumber air dan mengantisipasi makin parahnya kekeringan."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja
Gebyar Mualaf 2024 Digelar di Sleman

Gebyar Mualaf 2024 Digelar di Sleman

Jogjapolitan | 4 hours ago

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kaesang dan Erina Habiskan Akhir Pekan dengan Mengunjungi PRJ

News
| Minggu, 14 Juli 2024, 17:47 WIB

Advertisement

alt

Bogor Punya Banyak Wisata Alam yang Layak Dikunjungi, Ini Daftarnya

Wisata
| Sabtu, 13 Juli 2024, 22:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement