Advertisement
Ternyata Dua Masalah Ini Jadi Penyebab PT Primissima Alami Krisis Keuangan
Ilustrasi tekstil. Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Direktur Utama PT. Primissima, Usmansyah menyampaikan hingga saat ini permintaan pasar untuk produksi kain perusahaan tersebut sangat banyak. Namun krisis keuangan tetap dirasakan lantaran terganjal modal kerja dan persoalan upah.
Advertisement
Menurut Usman permintaan kain produksi PT. Primissima sangat banyak. Tidak ada persoalan dari aspek pasar. Hanya ketiadaan modal membuat perusahaan tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar. Sementara para pemesan juga enggan melakukan down payment (DP) melihat kondisi perusahaan yang tengah mengalami krisis keuangan.
Baca Juga: Belum Terima Hak, Pekerja PT Primissima Gelar Demo
Setidaknya ada dua faktor yang diduga jadi pemicu goyahnya keuangan perusahaan tekstil tersebut. Pertama pada 2011 perusahaan memenuhi kebutuhan kapas secara impor dengan meneken kontrak jangka panjang. Selang tiga bulan berjalan harga kapas jatuh, padahal angka kontrak yang diteken tinggi. Walhasil perusahaan mengalami kerugian hampir Rp55 miliar.
Baca Juga: PT PRIMISSIMA: BUMN Sandang yang Melegenda Hingga Manca Itu Mungkin Bakal Tinggal Nama
Kedua, di rentang 2011-2013 banyak karyawan angkatan pertama yang memasuki masa pensiun. Perusahaan pun mengeluarkan dana sebesar Rp40 miliar dalam jangka waktu tersebut. Akibatnya cashflow perusahaan langsung jatuh. Tahun 2013 menjadi puncak cashflow perusahaan mengalami krisis habis-habisan yang membuat modal kerja mulai terganggu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









