Mobil Listrik Bisa Bikin Mabuk Perjalanan? Ini Penyebabnya
Studi ungkap mobil listrik lebih rentan picu mabuk perjalanan. Simak penyebab dari pengereman regeneratif hingga layar besar dan cara mengatasinya.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul mencatat sebanyak 4 orang meninggal dunia akibat tenggelam di sungai dari awal Januari hingga 10 Juli 2024. Polisi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai terkait bahaya saat beraktivitas di sungai.
Peristiwa kecelakaan sungai pertama terjadi pada Minggu (21/1/2024), di Sungai Konteng di Dusun Surobayan, Argomulyo, Sedayu, Bantul. Akibat kecelakaan tersebut, FEF, 13 warga Balecatur, Gamping, Sleman meninggal dunia.
BACA JUGA: Warga Bogoran Bantul yang Tenggelam di Sungai Cawang Ditemukan Meninggal Dunia
Kecelakaan sungai kedua terjadi pada Selasa (21/5/2024) di Sungai Progo tepatnya di Padukuhan Siyangan, Triharjo, Pandak, Bantul. Akibat kecelakaan tersebut, HBD, 18, warga Ringinharjo, Bantul meninggal dunia.
Kecelakaan sungai ketiga terjadi di tempuran Sungai Opak dan Oyo, Srihardono, Pundong, Bantul, Kamis (24/5/2024). Akibat kecelakaan tersebut, BK, warga Tridadi, Sleman meninggal dunia.
Kecelakaan sungai keempat terjadi di Sungai Cawang Baros, pada Rabu (10/7/2024) sore. Akibat kecelakaan tersebut, MS, 33, warga Bogoran, Bantul meninggal dunia.
Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengungkapkan banyaknya korban kecelakaan sungai selama Januari hingga 10 Juli 2024, hendaknya menjadi pengingat bagi semua masyarakat terkait bahayanya beraktivitas di sekitar sungai.
"Untuk itu, kami mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati saat beraktivitas di perairan dan sungai. Baik aktivitas memancing, dan diharapkan tidak berenang untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya, Jumat (12/7/2024).
Jeffry mengungkapkan, masyarakat hendaknya mengetahui karakterisitik sungai, baik dalam hal kedalaman, aliran dan kontur dari sungai sebelum beraktivitas di sekitar sungai. Untuk pemancing yang tidak bisa berenang, Jeffry berharap untuk lebih berhati-hati.
"Jangan sampai terpeleset ke sungai. Utamakan keselamatan," ungkap Jeffry.
Sebagaimana diketahui, MA, 33, warga Bogoran, Bantul yang tenggelam di Sungai Cawang Opak Baros beberapa waktu lalu akhirnya ditemukan pada Kamis (11/7/2024) malam. MS ditemukan pada Kamis (11/7/2024) pada pukul 22.30 WIB oleh petugas SAR gabungan. Saat itu, petugas SAR sedang patroli dipinggir lokasi kecelakaan sungai dengan menggunakan penerangan.
"Lalu petugas SAR melihat sesosok korban yang tenggelam mengapung kemudian koordinasi petugas SAR gabungan lainnya untuk mengevakuasi korban yang tenggelam tersebut ke daratan," kata Jeffry.
Berdasarkan keterangan dari dokter, kata Jeffry, jenazah korban tenggelam tepatnya di kulit lengan kiri terkelupas, kedua kaki juga terkelupas, wajah membengkak, keluar darah dari sekitar mata. "Tidak ada tanda - tanda kekerasan dalam tubuh korban," katanya.
Sedangkan hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Bantul juga menyimpulkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, kondisi perut kembung, hidung dan kuping mengeluarkan darah. Seperti ciri-ciri korban yang tenggelam. "Jenazah diserahkan ke pihak keluarga dan keluarga menerima kejadian tersebut sabagai musibah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Studi ungkap mobil listrik lebih rentan picu mabuk perjalanan. Simak penyebab dari pengereman regeneratif hingga layar besar dan cara mengatasinya.
DPAD DIY kembali menggelar workshop perbaikan buku rusak karena minat masyarakat membaca buku fisik masih tinggi.
Menkeu Purbaya siapkan sekitar Rp31,1 triliun untuk mengalihkan pembayaran gaji PPPK daerah ke pemerintah pusat mulai Januari 2027.
DPRD Kota Jogja mulai mengarahkan tamu kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mengenalkan produk lokal dan mendorong ekonomi masyarakat.
YIA menyalurkan Rp100 juta untuk penanganan stunting 115 balita di Kulonprogo melalui PMT, multivitamin, edukasi, dan ayam petelur.
BPBD Kota Jogja menyiapkan sistem notifikasi banjir langsung ke HP warga melalui jaringan seluler untuk mempercepat peringatan dini.