Karies, Kurang Gerak hingga Gangguan Mental Serang Pelajar di Bantul
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Foto ilustrasi siswa SMA - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Seluruh SMA Negeri di DIY menerapkan Kurikulum Merdeka tahun ini. Dengan begitu tidak ada lagi pembagian jurusan seperti IPS, IPA dan bahasa pada jenjang kelas XI SMA.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) DIY mengklaim penerapan Kurikulum Merdeka memungkinkan murid untuk semakin mematangkan minat dan aspirasi mata pelajaran dan berdampak pada kesesuaian jurusan di perguruan tinggi.
Program yang sudah dijalankan selama tiga tahun di seluruh Indonesia termasuk DIY itu mengkonsepkan metode pembelajaran pada minat dan bakat murid dalam memilih mata pelajaran. Dengan begitu tidak ada lagi pembagian jurusan seperti IPS, IPA dan bahasa pada jenjang kelas XI SMA.
BACA JUGA: Mendampingi Anak untuk Merdeka Belajar
Kepala Dikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan, Kurikulum Merdeka bukan sepenuhnya menghapus program peminatan mata pelajaran di SMAN. Hanya saja pembagian jurusan IPA, IPS dan bahasa memang tidak lagi diberlakukan dan diganti dengan preferensi jurusan yang nanti akan diambil murid di kampus.
"Justru murid kalau sukanya fisika yang dikembangkan fisika. Jadi secara keseluruhan nanti yang kelas 3 SMA kalau lulus sudah menyesuaikan dan menyambung dengan jurusan yang mereka inginkan di perguruan tinggi," kata Kepala Dikpora DIY Didik Wardaya, Kamis (18/7/2024).
Didik menjelaskan, tidak ada kendala yang dilaporkan sekolah dalam penerapan Kurikulum Merdeka itu. Pada tahun ajaran ini semua SMA pada jenjang kelas X sudah sepenuhnya menerapkan kurikulum tersebut. Sementara beberapa sekolah di Kota Jogja bahkan ada yang sudah menjalankan sejak tahun lalu.
"Kalau di Kota Jogja SMAN 10 dan SMAN 6 itu sudah tahun kemarin, kalau yang lain mulai tahun ini. Gunungkidul itu sudah ada beberapa SMAN yakni SMAN 1 Gunungkidul itu malah sudah 3 tahun Kurikulum Merdeka," katanya.
Menurut Didik, dalam penerapan Kurikulum Merdeka pemerintah juga memfasilitasi tenaga pendidik dengan program guru penggerak. Mereka dilatih selama satu bulan untuk lebih paham terkait dengan Kurikulum Merdeka, sehingga semakin optimal saat memberikan materi pelajaran kepada murid.
BACA JUGA: Soal Kurikulum Merdeka, Nadiem: Kreativitas dan Potensi Siswa Terwadahi
Kepala Sekolah SMAN 10 Jogja Sri Moerni mengatakan, sekolahnya sudah dua tahun belakangan menerapkan program Kurikulum Merdeka. Murid kini lebih fokus pada mata pelajaran yang diminatinya berdasarkan pilihan jurusan yang nantinya akan diambil di perguruan tinggi.
"Misalkan murid kecenderungan ke kedokteran, maka dari itu kami siapkan jurusan yang mengarah ke sana. Komposisinya ada biologi, kimia, fisika, dan matematika," ungkapnya.
Dalam Kurikulum Merdeka ini pun murid nantinya bisa berbeda kelas. SMAN 10 Jogja sekarang mempunyai enam kelas X dan XI. Di sisi lain konsep tinggal kelas saat murid dinilai belum mampu memenuhi standar penilaian di setiap jenjang pun perlahan-lahan tidak lagi dipopulerkan.
"Sekarang predikatnya itu belum berkembang, sudah berkembang dan sangat berkembang. Jadi kalau naik kelas XI dengan kriteria sudah berkembang atau sangat berkembang itu diasumsikan bahwa anak siap untuk lanjut. Kalau ada mata pelajaran yang belum berkembang nanti di kelas selanjutnya digodok kembali," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul temukan karies gigi, kurang aktivitas fisik, hingga gangguan mental pada pelajar dari hasil skrining CKG 2025-2026.
Amerika Serikat disebut telah menghabiskan Rp507 triliun untuk operasi militer melawan Iran sejak konflik pecah Februari 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Festival Dalang Cilik Kulonprogo menjadi ajang regenerasi dalang muda dan pelestarian budaya wayang di kalangan pelajar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 13 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 sekali perjalanan
Kelurahan Patangpuluhan Jogja memperkuat literasi gizi keluarga lewat pelatihan B2SA untuk mempertahankan nol kasus stunting.