Media Vietnam Soroti Starting XI Timnas Indonesia vs Singapura
The Thao 247 menyoroti starting XI Timnas Indonesia yang seluruhnya lahir di luar Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0.
Isi surat pemberitahuan penghentian pengambilan sampah seiring penuhnya TPSS Gadingsari
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul menghentikan sementara pengambilan sampah berlangganan oleh UPTD Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan per Rabu (17/7/2024) seiring dengan kondisi penuhnya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Gadingsari dan belum beroperasinya TPS3R Modalan dan TPST Dingkikan.
"Untuk itu kami mohon kepada para pelanggan untuk tidak menerima sampah di TPS/TPS3R/Depo sampai dengan pelayanan berjalan kembali dan melakukan pengolahan sampah secara mandiri dari sumber sampah yang dapat dilakukan melalui pemilahan, penggunaan ulang dan pengolahan sampah," demikian tulis Kepala DLH Bantul, Bambang Purwadi Nugroho melalui surat pemberitahuan bernomor B/600.4.15/01732/UPTDKP2/2024 tertanggal 16 Juli 2024.
Tidak dijelaskan sampai kapan penghentian pengambilan sampah di masyarakat ini. Dalam surat pemberitahuan hanya tertulis sampai pemberitahuan selanjutnya.
Sementara itu Pemerintah Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, memastikan TPS Sementara (TPSS) yang berada di Padukuhan Wonoroto, saat ini telah penuh dan tidak bisa menampung sampah lagi. Keterbatasan lokasi, membuat Pemkal Gadingsari, tidak akan memperpanjang masa pakai lokasi untuk TPSS.
"Saat ini memang sudah penuh. Kalau kontrak dengan DLH kemarin sampai tanggal 20 Juli 2024," kata Lurah Gadingsari Widodo, Kamis (18/7/2024).
Menurut Widodo, saat ini enam lubang yang menampung sampah dengan ukuran 10x13 meter dengan kedalaman empat meter per lubang saat ini sudah penuh. Pemkal Gadingsari memastikan tidak akan memperpanjang kontrak dengan DLH Kabupaten Bantul karena sudah tidak ada tempat lagi yang bisa digunakan.
"Ya, kondisinya kami sudah tidak ada tempat lagi. Saat ini pun lubang tersebut sudah penuh dan diuruk. Sehingga saat ini sudah rata," terang Widodo.
Widodo menuturkan, pihaknya saat ini juga tidak mengetahui lokasi mana yang akan digunakan oleh DLH untuk menampung sampah sementara. Sebab, sejauh ini belum ada komunikasi lanjutan terkait setelah TPSS Wonoroto penuh dan tidak bisa menampung sampah lagi.
"Untuk masalah itu, silakan tanya ke DLH. Yang jelas, saat ini kami sudah tidak ada tempat lagi," jelas Widodo.
BACA JUGA: Diprediksi Penuh 31 Mei, Operasional TPSS Gadingsari Diperpanjang hingga Juni 2024
Terpisah, Lurah Srimulyo, Piyungan, Wajiran menyatakan, untuk sementara pembangunan TPSS di Puncak Bucu yang diproyeksikan menggantikan TPSS Gadingsari karena sudah penuh, saat ini dihentikan sementara oleh DLH Kabupaten Bantul. Hal ini menyusul, adanya penolakan dari warga Sitimulyo terkait pembangunan TPSS di Puncak Bucu yang saat ini dalam tahap persiapan awal, yakni pematangan lahan dan pembuatan jalan masuk ke lokasi TPSS.
"Sementara memang berhenti. Soal dilanjut atau tidak itu kewenangan dari Pemkab Bantul dalam hal ini DLH," kata Wajiran.
Menurut Wajiran, sejak awal, Pemkal Piyungan hanya memfasilitasi terkait dengan keinginan dari DLH untuk menyelesaikan kondisi darurat sampah. Di mana, untuk mengatasi persoalan darurat sampah, DLH akan membangun TPSS di Puncak Bucu.
"Kami sendiri sudah berusaha untuk mengedukasi masyarakat terkait kondisi darurat sampah yang saat ini terjadi. Soal dilanjut atau tidak untuk pembangunan TPSS, silakan tanya ke DLH, karena kebijakan ada di mereka," papar Wajiran.
Hal sama juga diungkapkan oleh Panewu Piyungan, Muhammad Baried mengatakan sesuai dengan hasil rapat yang digelar Kamis (11/7/2024) sore, persoalan dilanjutkan atau tidaknya pembangunan TPSS di Puncak Bucu menjadi kewenangan dari DLH Kabupaten Bantul.
"Kami hanya ngikut saja. Karena leadingnya ada di DLH," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
The Thao 247 menyoroti starting XI Timnas Indonesia yang seluruhnya lahir di luar Indonesia saat mengalahkan Singapura 2-0.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 27 September 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jadwal dari Jogja dan Kutoarjo selengkapnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 27 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.