Advertisement
APBD Kulonprogo Terancam Defisit, DPRD Kulonprogo: Kurangi Belanja Pegawai!

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pendapatan daerah Kulonprogo yang dikabarkan tak mencapai target menyebabkan defisit APBD. Kabar itu mencuat saat anggota DPRD Kulonprogo melakukan pembahasan soal APBD Perubahan 2024.
Untuk itu, langkah untuk mencegah APBD agar tak defisit diusulkan anggota Dewan dengan mengurangi belanja Pemkab Kulonprogo.
Advertisement
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati menjelaskan defisitnya APBD 2024 ini tak signifikan dalam program pembangunan. Meski begitu tetap harus ditangani agar ada kesimbangan antara pengeluaran dan pendapatan daerah.
Akhid mencontohkan turunnya pendapatan Kulonprogo salah satunya adalah pajak kendaraan bermotor yang disebabkan adanya perubahan kebijakan secara nasional. Sebelumnya seluruh kendaraan yang berada di Kulonprogo dapat membayar pajak ke Pemkab dan hasilnya jadi pemasukan.
Namun, kini pembayaran pajak kendaraan dengan plat nomor luar daerah di Kulonprogo masuk dan diterima oleh daerah asal kendaraan tersebut. "Sehingga pendapatan daerah menurun yang tidak sesuai dengan perencanaan APBD sehingga terjadi defisit," ungkapnya, Minggu (28/7/2024).
BACA JUGA: DPRD Bantul Coret Usulan Penyertaan Modal BUMD Aneka Dharma Rp2 Miliar, Ini Alasannya
Solusi yang sudah ditawarkan DPRD Kulonprogo ke pemkab, jelas Akhid, dengan mengurangi belanja daerah.
Salah satu bujet yang dikurangi itu adalah belanja tak terduga (BTT) dan belanja pegawai. "Pengurangan dilakukan tetapi tidak akan berdampak signifikan, pegawai tetap menerima gaji seperti biasa hanya cadangan gaji pegawai kami kurangi," ujar dia.
Cadangan gaji pegawai yang dikurangi agar APBD tak defisit ini, menurut Akhid, tidak akan berdampak buruk seperti penundaan pembayaran atau penurunan jumlah gaji. "Cadangan gaji ini tidak berdampak sama sekali, ini hanya neraca keuangan saja," tuturnya.
Penurunan belanja juga dilakukan dengan mengurangi bantuan penyerta modal bagi BUMD Kulonprogo, lanjut Akhid, supaya tidak terjadi defisit tersebut. "Kinerja BUMD juga tak terganggu karena pengurangan penyertaan modal ini, program pembangunan lain juga akan aman dan terlaksana dengan baik."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Indonesia Terkena Tarif 32 Persen Donald Trump, Bapans Dorong Peningkatan Produksi Pangan Dalam Negeri
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
- Lebaran, PMI DIY Imbau Warga Jangan Lupa Tetap Donor Darah Agar Stok Terjaga
- Antisipasi Gangguan Keamanan, Polisi Mengintensifkan Patroli Wisata di Bantul
- BPBD Bantul Imbau Warga Waspadai Potensi Bencana Akibat Cuaca Ekstrem hingga 4 April 2025
Advertisement
Advertisement