6 Aplikasi AI yang Bisa Bikin Notulen Rapat Otomatis
Enam aplikasi AI ini dapat membantu membuat notulen rapat, transkripsi, rangkuman, dan action items secara otomatis.
Ilustrasi Sekolah/Ist-Riauonline
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Bantul menyatakan tidak ada penggabungan sekolah (regrouping) SD negeri di wilayahnya pada tahun ajaran 2024/2025.
Hal ini didasarkan hasil monitoring dan peninjauan langsung di lapangan terhadap keberadaan belasan SD negeri yang selama ini kekurangan murid.
Kepala Bidang SD Disdikpora Bantul Edy Sutrisna mengungkapkan, awalnya merencanakan meregrouping belasan SD negeri di Kabupaten Bantul yang selama ini kekurangan murid. Disdikpora memprioritaskan regrouping bagi sekolah yang selama 3 tahun berurutan hanya mendapatkan kurang dari 10 murid. Harapannya dengan adanya regrouping mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SD tersebut.
Selain itu, kata Edy, dengan regrouping proses belajar mengajar siswa lebih optimal. Apalagi operasional sekolah pun tidak akan bisa maksimal dengan jumlah siswa yang sedikit. Sebab, pemberian anggaran dan besaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan sedikit.
Hanya saja, lanjut Edy, seiring berjalannya waktu dan berdasarkan kajian, monitoring serta peninjauan langsung, Disdikpora Bantul memutuskan untuk tidak ada regrouping SD negeri di Bumi Projotamansari pada tahun ajaran 2024/2025.
"Sebenarnya yang mendesak itu seperti SDN 1 Jatimulyo, Dlingo. Karena hanya ada 4 murid. Tapi, jika dilakukan regrouping justru nanti masyarakat tidak bisa mengakses pendidikan. Karena lokasinya menjadi sangat jauh. Begitu juga dengan SD Mojosari, Srimulyo, Piyungan. Tetapi untuk itu, tahun ini kami tidak ada regrouping," kata Edy, Senin (29/7/2024).
Kepala Disdikpora Bantul Nugroho Eko Setyanto mengatakan saat ini ada 281 SD negeri, 86 SD swasta, 3 MIN, dan 42 MI swasta di Kabupaten Bantul. Pada PPBD SD 2024, disediakan daya tampung sebanyak 17.584 siswa untuk SD Negeri. Sementara jumlah lulusan siswa TK/RA maupun kelompok B di Bantul ada 13.590 siswa. Artinya ada kelebihan daya tampung sebanyak 3.994 siswa.
Sementara berdasarkan kajiannya, persoalan kekurangan siswa yang dihadapi oleh SD negeri di wilayahnya tidak hanya terjadi pada tahun 2024. Akan tetapi, telah terjadi beberapa tahun terkahir. "Untuk 2024 tidak akan melakukan regrouping SD negeri di wilayah kami," katanya.
BACA JUGA : Bukan September, Bus Sekolah di Bantul Dipastikan Mengaspal Mulai 17 Agustus 2024
Lebih lanjut, Edy mengungkapkan, Disdikpora Bantul sejatinya telah melakukan berbagai upaya agar SD negeri di wilayahnya tidak kekurangan siswa. Salah satunya adalah dengan meminta kepada pihak SD untuk mengubah suasana proses pembelajaran.
"Kami sudah meminta kepada masing-masing SD, bisa adopsi program di IT ke sekolah negeri, sehingga orang tua merasa yakin meski anaknya sekolah negeri," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam aplikasi AI ini dapat membantu membuat notulen rapat, transkripsi, rangkuman, dan action items secara otomatis.
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.
Pemerintah tambah 1.500 personel TNI, enam helikopter, OMC, pompa dan bor air untuk memperkuat penanganan karhutla Kalbar.
Malaysia membidik pasar wisata medis Indonesia. Pendapatan dari pasien Indonesia mencapai Rp8 triliun pada 2025, naik 24%.