Guru Sudah Cukup, Pemkab Bantul Tutup Rekrutmen Honorer
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Warga memberi tulisan di Jalan Letjend Suprapto sebagai peringatan bagi pengendara jalan untuk tidak kebut-kebutan, Selasa (30/7/2024) - Harian Jogja - Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja menyebut akan mempertahankan jalur searah di Jalan Letjend Suprapto, Ngampilan meski jalan tersebut belakangan diprotes warga lantaran kerap dijadikan ajang kebut-kebutan bagi pengendara jalan.
Penerapan jalur searah di jalan tersebut merupakan imbas dari kebijakan giratori di kawasan Malioboro. Dampaknya lalu lintas di seputaran lokasi sekitarnya baik sirip maupun jalan utama dibuat satu arah oleh pemerintah setempat.
Pj Walikota Jogja Sugeng Purwanto memastikan akan tetap mempertahankan jalur searah di Jalan Letjend Suprapto sambil melakukan evaluasi internal untuk menambah sarana dan prasarana terkait di kawasan itu guna mencegah pengendara yang ugal-ugalan.
BACA JUGA : Pengendara Sering Ngebut, Jalan Letjend Suprapto Jogja Ditulisi 'Bukan Sirkuit'
"Pastinya ada evaluasi, karena penataan arus kan pastinya sudah dipertimbangkan. Kami akan pertahankan sambil evaluasi seperti apa yang akan dibuat di sana sambil melihat soal fenomena pengendara yang kebut-kebutan," kata Sugeng, Kamis (1/8/2024).
Sugeng mengklaim dirinya belum dapat laporan soal adanya tindakan warga yang menulis aspal di sepanjang jalan itu dengan teguran keras soal insiden kebut-kebutan. Namun ia menegaskan lalu lintas di Kota Jogja dilarang dipakai buat ajang kebut-kebutan maupun balap liar.
"Kalau mau kebut-kebutan kan ada tempatnya, harapan kami ya tertib berlalu lintas biar tidak ada kejadian yang di luar diharapkan," ujarnya.
Dalam waktu dekat Pemkot akan berkomunikasi dengan jajaran dan instansi terkait lainnya untuk mengevaluasi kebijakan jalur searah di kawasan itu. Nantinya dari hasil evaluasi akan ditentukan tindakan apa yang dilakukan untuk mencegah jalan itu dimanfaatkan pengendara dengan ugal-ugalan.
"Kalau memang lebih banyak sisi negatifnya kami harus evaluasi ulang, tapi coba internal dulu dibahas karena kejadian itu detailnya kan belum dapat laporan kami," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Salah satu ruas jalan di Kota Jogja, yakni Jalan Letjend Suprapto, Ngampilan, Kota Jogja menjadi jalan yang rawan terjadi kecelakaan.
Jalan yang diberlakukan searah dan terbilang cukup lebar ini memudahkan pengendara motor atau mobil untuk memacu gas lebih kencang layaknya di jalur sirkuit. Alhasil, sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
BACA JUGA : Mau Malam Tahun Baru di Jogja? Cek Rekayasa Lalu Lintas yang Dilakukan Polresta Hari Ini
Warga sekitar turut berupaya untuk mengingatkan pengendara jalan. Warga menulisi aspal jalan itu dengan tulisan "Jalan Letjend Suprapto Bukan Sirkuit" menggunakan cat berwarna putih. Tak hanya satu, tulisan ini ada dari ujung hingga ujung Jalan Letjend Suprapto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian