Gunungkidul Tak Kebagian Kuota Transmigrasi 2026, Ini Penyebabnya
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
Harianjogja.com, SLEMAN—Bakal Calon Bupati Sleman Petahana, Kustini Sri Purnomo percaya diri bisa memenangkan Pilkada 2024. Meski harus melawan koalisi besar di Koalisi Sleman Baru pengusung Harda Kiswaya-Danang Maharsa.
“Harus percaya diri mas, kalau tidak percaya diri maka tidak berani maju,” kata Kustini menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Kamis (15/8/2024).
Menurut dia, didalam pilkada sangat bergantung dengan pilihan rakyat. Oleh karena itu akan terus berusaha memenangkan hati rakyat hingga memilihnya di pemilihan yang berlangsung di 27 November 2024.
Untuk kendaraan maju, Kustini didukung partai koalisi yang terdiri dari PAN, PKB dan PKS. Secara kekuatan, dukungan yang diperoleh tidak sebanding dengan raihan yang dimiliki pasangan Harda Kisyawa-Danang Maharsa.
Pasangan ini telah didukung oleh Koalisi Sleman Baru yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PPP dan NasDem. Secara komposisi, gabungan partai ini memiliki perwakilan di DPRD Sleman sebanyak 31 kursi.
Jumlah tersebut terdiri dari PDI Perjuangan 13 kursi, Gerindra dan Golkar masing-masing enam kursi, serta PPP dan Nasdem di setiap partainya tiga kursi. Sedangkan kubu Kustini yang terdiri dari PKB, PAN dan PKS hanya didukung 19 kursi DPRD Sleman.
Meski demikian, ia mengaku tak gentar untuk mememangkan pilkada. Hal yang sama juga diutarakan saat harus pisah jalan dengan Wakil Bupati Danang Maharsa.
Menurut Kustini, sudah mencoba untuk mempertahankan dengan mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan. Hanya saja, partai tersebut telah memilih kandidat lain untuk diusung di pilkada 2024.
“Saya tidak takut dan harus melawan Mas Danang. Saya sudah mendaftar di PDI Perjuangan, tapi yang dipilih calon yang lain, sehingga saya mendaftar di partai lain sehingga bisa maju lewat koalisi PAN, PKS dan PKB,” katanya.
Sebelumnya, Bakal Calon Wakil Bupati dari Koalisi Sleman Baru, Danang Maharsa mengatakan, keputusan partai sudah turun yang mengamanatkan dirinya berpisah dengan Bupati Kustini. Ia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan mengakui hubungannya dengan bupati hingga sekarang tetap baik.
“Semua di politik itu merupakan hal biasa karena merupakan keputusan partai yang tidak dapat diputuskan sendiri,” katanya, Sabtu (3/8/2024).
Menurut Danang untuk pencalonan sudah selesai dan sekarang fokus upaya pemenangan dengan mengedepankan visi misi dengan program sertai gagasan tentang Sleman ke depan yang lebih baik lagi. “Tentunya saya dengan Pak Harda akan menyiapkan program [untuk maju Pilkada 2024], bagaimana menyejahterakan masyarakat dengan ide dan gagasan yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul dipastikan tidak memberangkatkan peserta transmigrasi pada 2026 karena minimnya kuota yang diterima DIY. Padahal, masih ada sekitar 30 kepala keluar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.