Gunungkidul Ajukan Rp50 Miliar untuk Lanjutkan Jalan Kepek-Ngobaran
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo
Harianjogja.com, SLEMAN—Bakal Calon Bupati Sleman Petahana, Kustini Sri Purnomo percaya diri bisa memenangkan Pilkada 2024. Meski harus melawan koalisi besar di Koalisi Sleman Baru pengusung Harda Kiswaya-Danang Maharsa.
“Harus percaya diri mas, kalau tidak percaya diri maka tidak berani maju,” kata Kustini menjawab pertanyaan Harianjogja.com, Kamis (15/8/2024).
Menurut dia, didalam pilkada sangat bergantung dengan pilihan rakyat. Oleh karena itu akan terus berusaha memenangkan hati rakyat hingga memilihnya di pemilihan yang berlangsung di 27 November 2024.
Untuk kendaraan maju, Kustini didukung partai koalisi yang terdiri dari PAN, PKB dan PKS. Secara kekuatan, dukungan yang diperoleh tidak sebanding dengan raihan yang dimiliki pasangan Harda Kisyawa-Danang Maharsa.
Pasangan ini telah didukung oleh Koalisi Sleman Baru yang terdiri dari PDI Perjuangan, Gerindra, Golkar, PPP dan NasDem. Secara komposisi, gabungan partai ini memiliki perwakilan di DPRD Sleman sebanyak 31 kursi.
Jumlah tersebut terdiri dari PDI Perjuangan 13 kursi, Gerindra dan Golkar masing-masing enam kursi, serta PPP dan Nasdem di setiap partainya tiga kursi. Sedangkan kubu Kustini yang terdiri dari PKB, PAN dan PKS hanya didukung 19 kursi DPRD Sleman.
Meski demikian, ia mengaku tak gentar untuk mememangkan pilkada. Hal yang sama juga diutarakan saat harus pisah jalan dengan Wakil Bupati Danang Maharsa.
Menurut Kustini, sudah mencoba untuk mempertahankan dengan mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan. Hanya saja, partai tersebut telah memilih kandidat lain untuk diusung di pilkada 2024.
“Saya tidak takut dan harus melawan Mas Danang. Saya sudah mendaftar di PDI Perjuangan, tapi yang dipilih calon yang lain, sehingga saya mendaftar di partai lain sehingga bisa maju lewat koalisi PAN, PKS dan PKB,” katanya.
Sebelumnya, Bakal Calon Wakil Bupati dari Koalisi Sleman Baru, Danang Maharsa mengatakan, keputusan partai sudah turun yang mengamanatkan dirinya berpisah dengan Bupati Kustini. Ia tidak mempermasalahkan hal tersebut dan mengakui hubungannya dengan bupati hingga sekarang tetap baik.
“Semua di politik itu merupakan hal biasa karena merupakan keputusan partai yang tidak dapat diputuskan sendiri,” katanya, Sabtu (3/8/2024).
Menurut Danang untuk pencalonan sudah selesai dan sekarang fokus upaya pemenangan dengan mengedepankan visi misi dengan program sertai gagasan tentang Sleman ke depan yang lebih baik lagi. “Tentunya saya dengan Pak Harda akan menyiapkan program [untuk maju Pilkada 2024], bagaimana menyejahterakan masyarakat dengan ide dan gagasan yang dimiliki,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengajukan Rp50 miliar ke Pemerintah Pusat untuk melanjutkan pembangunan Jalan Kepek-Ngobaran yang belum rampung sejak 2017.
PSIM Jogja tidak memasang target tinggi di Super League 2026/2027. Manajemen berharap Laskar Mataram mampu menembus 10 besar secara bertahap.
Ganda putra Sabar/Reza kembali tumbang dari Lane/Vendy di China Open 2026. Kegagalan ini menambah rekor buruk, simak pernyataan lengkap mereka di sini.
Mercedes menolak menerapkan team order menjelang GP Hungaria 2026 saat Kimi Antonelli memimpin klasemen dan Ferrari mulai memberi tekanan.
LPKA Kelas II Jogja memastikan seluruh anak binaan tetap memperoleh hak pendidikan. Sebanyak tujuh anak juga menerima pengurangan masa pidana.
Kejagung menerbitkan sprindik baru kasus dugaan TPPU dan menjadwalkan pemanggilan ulang Febrie Adriansyah serta NH pada 24 Juli 2026.