Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi perekaman e-KTP - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sampai pertengahan Agustus 2024 ini capaian aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kulonprogo masih kecil, yakni 3,75%. Pemanfaatan oleh instansi terkait yang masih minim juga diduga menjadi penyebabnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo, Aspiyah, menjelaskan hingga saat ini aktivasi IKD baru mencapai 12.970 atau 3,75%. “Masih kecil, di atasnya Gunungkidul kalau presentasenya. Memang berat sekali,” ujarnya, Jumat (16/8/2024).
Realisasi ini masih cukup jauh dari yang ditentukan pemerintah pusat pada 2024 ini, yakni sebesar 30%. Target ini menurutnya juga sulit dikejar oleh daerah lain, seperti Sleman yang di DIY paling tinggi pun baru terealisasi 11%.
Beberapa faktor penyebab minimnya aktivasi IKD menurutnya pertama, masyarakat masih ada yang ketakutan jika aktivasi IKD, data pribadinya tidak aman. “Misalnya datanya dibobol. Mikirnya kalu di handphone, nanti ada hacker jangan-jangan datanya di-hack,” katanya.
BACA JUGA: Stok Darah dan Jadwal Donor Darah Wilayah DIY Jumat 16 Agustus 2024
Faktor kedua yakni masih banyaknya masyarakat Kulonprogo yang belum menggunakan perangkat yang mendukung untuk aktivasi IKD. “Yang paling banyak memiliki smartphone malah anak SD. Sedangkan yang sepuh, wajib KTP, tapi ga pakai handphone. Ada yang pakai handphone tapi bukan smartphone,” ungkapnya.
Faktor selanjutnya yakni masih minimnya instansi yang memanfaatkan IKD dalam mengakses data warga. Ia mencontohkan dalam perbankan, saat ini baru Bank Kulonprogo yang mau menerima IKD sebagai data kependudukan untuk bertransaksi dan aktivitas perbankan lainnya.
“Dari sisi kemanfaatan, contoh bank yang mau menerima penggunaan IKD misalnya untuk ambil uang atau membuka rekening baru, itu yang mau menerima sementara baru Bank Kulonprogo. Sedangkan bank lain masih minta fotokopi KTP,” paparnya.
Sedangkan IKD tidak bisa difotokopi, bahkan juga tidak bisa ditangkap layar. IKD sudah bisa digunakan untuk pengguna transportasi pesawat, namun untuk kereta api belum semuanya bisa. “Pemanfaatannya masih kurang, sehingga banyak yang berpikir untuk apa IKD kalau pemanfaatannya belum maksimal,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.